ERB Kalsel 2026 Berlayar, Rp15 Miliar Uang Baru Diantar ke Pulau Terluar

Banjarmasin, Duta TV — Memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses uang layak edar, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat atau ERB Tahun 2026.
Dilepas langsung Gubernur Kalimantan Selatan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kalimantan Selatan 2026 berlayar menggunakan KRI Hiu menuju lima pulau terluar, yakni Pulau Kerasian, Kerayaan, Marabatuan, Matasiri, dan Pulau Laut Timur.
Dalam ekspedisi yang berlangsung pada 9 hingga 15 Juni 2026 ini, tim membawa uang tunai senilai Rp15 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan.
Gubernur Kalimantan Selatan menyebut, kehadiran ekspedisi ini menjadi bukti nyata negara hadir hingga ke wilayah terpencil dan terluar.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama di Trisakti, Banjarmasin, di sini, yaitu menyaksikan untuk pelepasan kapal KRI Hiu untuk mengantar Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026. Hari ini ekspedisi ini mendatangi 5 pulau, yaitu Pulau Kerasian, Kerayaan, Marabatuan, Matasiri, dan Pulau Laut Timur. Nah jadi, mari kita doakan bersama-sama mudah-mudahan, baik Angkatan Laut dan juga Bank BI, sampai ke tujuan dengan selamat dan selalu disehatkan badan. Mudah-mudahan juga di 5 pulau tersebut akan diberi kesehatan, juga diberikan pelajaran untuk QRIS, supaya nanti di masa yang akan datang itu menggunakan QRIS terus. Tadi kita dengar dari Bank BI menyampaikan bahwa uang beredar di Indonesia ini adalah sampai 1.300 triliun. Nah jadi kalau masa hari raya itu ada 180 triliun yang beredar di Indonesia. Nah jadi, di 5 pulau tersebut kita mengganti uang rupiah lusuh menjadi uang yang baru. Karena di sana itu ada, tadi disampaikan juga, terdapat uang lusuh yang sampai tidak kelihatan, sampai rupiahnya hampir kabur. Nah, ini akan diganti kembali. Setiap tahun ekspedisi ini kita lakukan untuk mengganti uang lusuh menjadi uang yang baru,” ungkap Muhidin.
Selain mendistribusikan uang layak edar dan menukarkan uang rusak maupun lusuh milik masyarakat, ekspedisi juga mengemban misi edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perluasan penggunaan QRIS, perlindungan konsumen, hingga layanan perpustakaan keliling.
Melalui ekspedisi ini, diharapkan masyarakat di pelosok kepulauan dapat merasakan layanan keuangan yang setara, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap rupiah sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat pelosok. Tak sekadar membawa uang baru, ekspedisi ini juga membawa pelayanan, edukasi, dan harapan bagi warga di pulau-pulau terluar Kalimantan Selatan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





