Dwi Bagus Berdalih Khilaf Saat Bakar-Giling Jasad Anak dan Istri Siri

Madiun, DUTA TV – Dwi Bagus Martono (40) alias Tono, tersangka kasus pembunuhan sadis Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4) di Kota Madiun buka suara.
Ia memohon maaf dan menyesali perbuatannya.
Permohonan maaf Bagus itu disampaikan saat konferensi pers di Mapolda Jatim, sebelum dibawa ke Kota Madiun untuk menjalani prarekonstruksi pada Selasa (27/10).
“Saya minta maaf buat keluarga dan masyarakat merasa bersalah dan menyesal,” ujar Bagus kepada awak media di Mapolda Jatim.
“Minta maaf kepada keluarga dan Ibu Harti (ibu kandung Dini). Minta maaf buat masyarakat juga. Saya khilaf,” lanjutnya.
Usai jumpa pers, Bagus kemudian dibawa ke Kota Madiun untuk menjalani prarekontruksi mulai Dini dan anaknya di 3 lokasi berbeda.
Rekonstruksi pertama di hotel Mataram Baru Jalan dr Soetomo, Kota Madiun berlangsung pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Dalam rekonstruksi di Hotel Mataram Baru itu awak media dilarang masuk ke dalam hotel sehingga hanya bisa memantau dari halaman.
Selanjutnya Bagus melanjutkan rekonstruksi di rumah kosong kediaman almarhum orang tuanya di Jalan Doho, Gang Tentrem, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.
Usai jumpa pers, Bagus kemudian dibawa ke Kota Madiun untuk menjalani prarekontruksi mulai Dini dan anaknya di 3 lokasi berbeda.
Rekonstruksi pertama di hotel Mataram Baru Jalan dr Soetomo, Kota Madiun berlangsung pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Dalam rekonstruksi di Hotel Mataram Baru itu awak media dilarang masuk ke dalam hotel sehingga hanya bisa memantau dari halaman.
Selanjutnya Bagus melanjutkan rekonstruksi di rumah kosong kediaman almarhum orang tuanya di Jalan Doho, Gang Tentrem, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.
Bagus tampak dibawa masuk ke dalam rumah untuk memperagakan adegan saat mengeksekusi anak tirinya.
Tuntas, Bagus kemudian dikelar ke untuk rekonstruksi di rumah pribadi Bagus di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.
Saat tiba di rumah yang biasanya dihuni istri sah itu pelaku mendapat teriakan dan hujatan dari ratusan warga yang sudah menunggu untuk melihatnya langsung.
Dengan pengawalan ketat, Bagus langsung dibawa masuk ke rumah menuju pekarangan belakang rumah.
Di lokasi tungku tempat membakar jasad istri siri dan anaknya. Total adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini mencapai 38 adegan. Setelah rekonstruksi, Tim Polda Jatim bertemu istri sahnya, Marta.
Dalam video yang beredar, tampak Marta berbincang langsung tepat di depan muka Bagus dengan emosi. Bagus selanjutnya bersimpuh di kaki Marta dengan tangan masih terborgol meminta maaf.
Tak hanya itu, Bagus juga diberi kesempatan bertemu dengan keluarga Dini yakni ibu dan saudara perempuan Dini. Bagus tampak berbincang dengan ibu kandung Dini, bernama Harti (58).
Kepada awak media, Harti menuntut agar Bagus dihukum mati. Sebab perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa anak dan cucunya dengan sadis.
“Saya ingin pelaku dihukum mati,” ujar Harti.
Kepolisian mengungkap dugaan motif di balik kasus pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti dan anaknya karena terlibat perselisihan pribadi dengan korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy HM Sihombing, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, tindakan tersangka dipicu oleh emosi setelah terjadi pertengkaran.(dtk)





