Dua Perusahaan PT. MIB dan PT. BIT Sudah Milik Tersangka

DUTA TV BANJARMASIN – Tim satgas terpadu penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan yang dipimpin oleh direktur ditreskrimsus polda Kalsel, kombes pol Masrur beberapa waktu lalu, melakukan uji sampel di lahan milik PT. Monrad Intan Barakat, dan PT. Borneo Indo Tani di kawasan Martapura Barat, kabupaten Banjar.

Usai menerima uji sampel tersebut, berdasarkan keterangan penyidik dalam kasus tersebut pihaknya sudah melengkapi alat bukti  bahkan sudah menetapkan tersangka.

Namun, saat dicecar lebih jauh pihak kepolisian belum bersedia membeberkan secara langsung siapa yang dijadikan tersangka, apakah korporat atau perseorangannya.

“Kita sudah menetapkan tersangka, tapi kita akan gelar perkara nanti”, ujar Kombes Pol Endang Sutikna kasubdit tipiter ditreskrimsus polda Kalsel.

Dalam kasus ini pihak kepolisian akan berupaya untuk mempercepat pelimpahan berkas dan barang bukti kekejaksaan tinggi Kalsel guna dilakukan proses selanjutnya, yakni pembuktian terkait kesalahan dan pemberian sanksi kedua perusahaan tersebut.

Sebelum mengambil 5 sampel kebakaran lahan, tim langsung meletakan titik kordinat yang diduga sebagai lokasi pemicu api.

Setelah itu, tim satgas yang mengajak dua ahli dari Institut Pertanian Bogor yakni ahli kebakaran hutan dan lahan, Bambang Hero Saharjo, dan ahli kerusakan lingkungan, Basuki Wasis.

Mereka mengambil 5 sampel diantaranya adalah tanah atas, tanah bawah, abu, arang, dan dahan sawit yang terbakar.

Pengambilan sample sendiri tidak hanya berada di satu titik melainkan beberapa lahan pembanding lainnya.

“Kita tingkatkan kepenyidikan, Olah TKP Bersama ahli, untuk memastikan serirus akan karhutla ini”, tutur Kombes Pol Masruri  direktur ditreskrimsus polda Kalsel.

Usai pmengambil sampel, tim satgas terpadu kemudian melakukan pemasangan garis polisi.

selain ke PT. Monrad Intan Barakat, tim satgas kemudian bergeser ke lahan milik PT. Borneo Indo Tani seluas 92 hektare dikawasan yang sama, disini tim juga melakukan pengambilan sampel lahan yang terbakar.

“Kita mengambil sampel, tanah permukaan, kita ambil sejumlah untuk memastikan karena memang sengaja dibakar, setelah ini berita baru akan ada acara”, ujar Bambang Hero Saharjo.

1284 hektare lahan terbakar milik PT. monrad Intan Barakat dan PT. Borneo Indo Tani, tim satgas melakukan pengambilan sampel masing – masing 4 titik, 3 titik lokasi lahan terbakar, dan 1 titik lahan pembanding sebelum terbakar atau lahan yang masih subur.

 

Reporter :  Elsa Pratiwi

#UPDATE CORONA KALSEL


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *