Dokter Tersangka Aborsi Klinik Jakpus Meninggal karena COVID-19

Jakarta, DUTA TVDokter Sarsanto W Sarwono meninggal dunia di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang juga tersangka kasus aborsi klinik di Raden Saleh, Jakarta Pusat itu meninggal dunia karena COVID-19.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Polri Kramat Jati, AKBP Kristianingsih. Namun AKBP Kristianingsih tidak menjelaskan lebih jauh soal gejala yang diderita dr Sarsanto sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Iya betul (meninggal karena COVID-19),” saat ditanya apakah dr Sarsanto meninggal karena COVID-19, Rabu (30/9/2020).

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap bahwa dr Sarsanto W Sarwono sebelumnya telah mengeluhkan sakit sejak sepekan lalu.

“Kita ketahui bersama bahwa dokter S ini terkait kasus salah satu dokter yang melakukan aborsi ilegal di Raden Saleh sejak tanggal 5 Agustus itu dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan, bahkan sudah diperpanjang. Kemudian 24 September kemarin tersangka mengalami sakit,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Menurut Yusri, dr Sarsanto W Sarwono telah menjalani pengobatan rawat jalan sejak Kamis (24/9) itu. Namun baru tiga hari terakhir dr Sarsanto dirawat di RS Polri dan penahanannya dibantarkan.

Yusri menyebut dr Sarsanto memiliki penyakit bawaan dan berusia lanjut. Pada pagi itu pula, jenazah almarhum telah diambil oleh pihak keluarga. Jenazah dr Sarsanto dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Dokter Sarsanto sebelumnya ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas dugaan praktik aborsi ilegal di kliniknya di Raden Saleh, Jakarta Pusat, pada pertengahan Agustus 2020. Selain Sarsanto, ada dua dokter lainnya yang ditangkap, yakni SS (57) dan TWP (59).

Polisi mengungkap klinik aborsi di Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat, sudah beroperasi selama 5 tahun. Selama kurun 2019-April 2020, klinik tersebut telah mengaborsi ribuan janin.(dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *