Pendidikan

Dikukuhkan, Aslamiah Satu-Satunya Guru Besar Wanita di FKIP ULM

DUTA TV BANJARMASINPemasangan jas oleh Rektor ULM menandai resminya Profesor Doktor Hajjah Aslamiah menyandang gelar sebagai guru besar di ULM. Profesor Aslamiah merupakan guru besar ke-49 yang dikukuhkan, Senin (14/10/2019).

Sebagai ketua Prodi SII Manajemen Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP ULM, Profesor Aslamiah menjadi satu-satunya guru besar wanita yang ada di fakultas itu, ia mengaku hanya perlu waktu 5 bulan untuk bisa meraih gelar sebagai guru besar, kendati ada beberapa kendala yang harus ia hadapi.

“Kurang lebih 5 bulan, Alhamdulillah suatu pemberian dari Allah karena ada yang sudah 5 tahun pun belum keluar,” ujar Profesor Aslamiah

Prof. Dr. Hajjah Aslamiah (tengah)

Ia berharap, dengan dikukuhkannya dirinya sebagai guru besar bisa menjadi motivasi bagi teman-teman sejawatnya, apalagi disebut rektor, saat ini jumlah guru besar yang ada di ULM masih jauh tertinggal dibanding perguruan tinggi negeri lain seperti Universitas Negeri Makassar yang usianya jauh lebih muda dari ULM justru telah memiliki 87 orang guru besar aktif.

“Ya mudah-mudahan ini jadi motivasi kawan-kawan terutama yang lebih muda lebih produktif,” tambahnya.

Kedepan jumlah guru besar ditarget mencapai 10 persen dari total dosen yang ada di ULM.

“Target kita 100 paling tidak, mendekati angka 10 persen dari seluruh dosen, kalau 100 saya rasa bisa mendorong kemajuan akademik,” terang Rektor ULM, Prof. Dr. Sutarto Hadi.

2020 sendiri ULM bakal menggelontorkan dana Rp 20 miliar untuk dana riset melalui program dosen wajib meneliti, guna pengembangan SDM yang ada di ULM. Dalam jangka waktu 5 tahun kedepan ULM menarget ada penambahan sedikitnya 50 orang guru besar.

“Saya bertekat pada tahun 2020 ini kita mengucurkan minimal Rp 20 miliar untuk dana riset, karena dengan dana riset yang besar kita harap jumlah publikasi akan naik, inovasi di hasilkan dan temuan-temuan baru ditemukan, target untuk 5 tahun kedepan kira-kira 50 ditambah dengan 49 yang sudah ada total menjadi 99, seperti Asmaul Husna,” tambah Prof Sutarto.

 

Reporter : Evi Dwi Herliyanti


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *