Dampak Asap Kebakaran Lahan, Kunjungan Pasien ke Puskesmas Naik 30 Persen

Banjarmasin, Duta TV Karhutla menjadi salah satu bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kabut tebal akibat asap kebakaran membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan hanya dalam hitungan meter.

Kondisi udara yang dipenuhi asap dan partikel halus juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan.

Di Puskesmas Karang Mekar, Banjarmasin Tengah, keluhan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan menjadi salah satu yang banyak disampaikan pasien dalam sepekan terakhir.

Dokter Umum Puskesmas Karang Mekar, dr. Barra Gerry Prakoso, mengatakan paparan partikel kecil dari asap kebakaran dapat masuk ke saluran pernapasan.

Menurut Barra, anak-anak yang memiliki riwayat asma menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Paparan asap dan partikel halus dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.

“Semingguan ini banyak pasien yang mengeluhkan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Biasanya partikel-partikel kecil dampak dari kebakaran hutan itu bisa masuk langsung ke saluran pernapasan. Yang berbahaya itu bisa mengendap ke paru-paru. Beberapa minggu ini didominasi anak-anak yang ada riwayat asma,” ujarnya.

Peningkatan keluhan kesehatan juga terjadi di Puskesmas Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan. Sejak awal Agustus, kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Jika sebelumnya jumlah pasien ISPA berkisar 20 hingga 30 orang, kini jumlahnya mencapai sekitar 40 hingga 60 orang per hari.

Keluhan yang banyak dirasakan pasien antara lain sesak napas dan mata pedih.

“Kasus ISPA meningkat sejak awal Agustus. Biasanya sekitar 20 sampai 30 orang. Sekarang bisa mencapai 40 sampai 60 orang. Keluhannya sesak napas, kemudian mata pedih,” ucap Dian Kusuma Putra, Plt. Kapuskes Pemurus Dalam.

Meningkatnya gangguan kesehatan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan juga diminta lebih waspada.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *