Bidik Modifikator Yogyakarta, Berkah Project Gelar SCH Autocontest

Yogyakarta, DUTA TV — Sebagai wujud kongkrit untuk memajukan otomotif di Indonesia, Berkah Project yang dipunggawai oleh Agus Cahyo akan menyelenggarakan kegiatan kontes modifikasi mobil dan motor lewat tajuk “SCH Autocontest” di Sleman City Hall, Jawa Tengah, pada Sabtu dan Minggu 06-07 Maret 2021.

Kontes modifikasi yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk mewadahi para modifikator Indonesia khususnya di wilayah Jogja ini untuk berkreativitas di masa kondisi pandemic ini.

Bagi para pengunjung Sleman City Hall (SCH), event ini akan dibuka secara gratis, tentunya dengan menerapkan sistem protokol kesehatan. Disini para pengunjung akan diwajibkan untuk menggunakan masker serta menjaga jarak.

Setidaknya terdapat 50-an peserta yang bakal terjun berlaga serta berbagai komunitas/klub modifikasi yang masing-masing memboyong sejumlah konsep modifikasi untuk mengharumkan nama klub mereka masing-masing.

Berkah Project merilis sebanyak 97 – 100 kategori piala sebagai apresiasi untuk mobil-mobil modifikasi yang berkompetisi dengan berbagai aliran.

“Kategori yang kita siapkan untuk event SCH ini adalah 97-100 kategori. Dan yang paling spesial adalah Car Club. Sistem penjuarian menggunakan scoresheet, seperti biasanya,” kata Agus.

Bagi para peserta yang berhasil meraih Trophy The King, akan diganjar dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 3 juta, kemudian untuk peraih King Nominee mendapatkan Rp. 2 juta serta King Nominee 2 mendapatkan Rp. 1 juta.

Sebagai informasi, Berkah Project melakukan sepak terjangnya di dunia event organizer sejak tahun 2016, dan sejak itu Sang Owner memiliki gagasan untuk menggelar kontes modifikasi.

“Untuk nama event yang kita gelar berbeda-beda setiap kotanya. Kita masih merintis untuk menuju satu nama, dimana nama itu akan kita plot dalam satu tahun. Seperti Organizer besar lainnya yang sudah melanglang-buana di dunia kontes modifikasi,” papar Agus.

Menurutnya, untuk beberapa kota yang akan digelar di tahun 2021 ini sudah terjadwal, dan bakal dirilis sambil mengkondisikan izin dan lain sebagainya.

Karena menurut Agus, di setiap daerah itu mempunyai latar belakang tentang modifikasi yang berbeda-beda. Customnya berbeda, bengkelnya juga berbeda, serta antusias peserta juga berbeda-beda.
Yang jadi Pembelajaran, kata dia, karakter peserta modifikasi adalah bagaimana cara kita merangkul, atau cara kita mengkondisikan dan meminta mereka untuk ikut dengan kita, dalam satu wadah.

“Kalau masih diberi kesehatan, setelah kota Sleman ini, kita bakal ke Mojokerto. Kemudian setelah April nanti, kami bakal gelar event lagi di QMall, Banjar Baru. Disana, kita akan bikin kontes modifikasi pertama kali dan satu-satunya di Indonesia yaitu kontes modifikasi truk pemadam kebakaran,” ungkap Agus.

Gelaran ini nantinya akan menampilkan berbagai kegiatan yang dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung.

“Pesan saya, jangan berhenti berkarya. Meski berada di tengah kondisi pandemic ini kita masih bisa berkreasi serta menciptakan gagasan yang positif, tentunya dengan protokol kesehatan,” tuntasnya.

Tim liputan

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *