Peminat Tinggi, Pendaftar di SMAN 7 Banjarmasin Capai Dua Kali Lipat

Banjarmasin, Duta TV — Tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMAN 7 Banjarmasin terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 900 orang.
Angka tersebut jauh melampaui kuota penerimaan yang hanya tersedia untuk 432 siswa baru.
Tahun ini, SMAN 7 Banjarmasin membuka 12 rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel diisi 36 siswa sehingga total daya tampung sekolah mencapai 432 peserta didik.
Hingga hari terakhir daftar ulang, sekitar 400 calon siswa telah melakukan registrasi ulang. Selain melakukan daftar ulang, para siswa juga langsung mengambil atribut sekolah sebagai bagian dari persiapan memasuki tahun ajaran baru.
Pihak sekolah menyatakan akan terlebih dahulu menghubungi calon siswa yang belum melakukan daftar ulang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan masih belum ada kepastian, sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Untuk memperlancar proses penerimaan siswa baru, SMAN 7 Banjarmasin telah membuka tahapan verifikasi berkas lebih awal, khususnya untuk jalur prestasi dan afirmasi pada 8 hingga 10 Juni lalu.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi penumpukan peserta dan mempercepat proses pemeriksaan dokumen saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung pada 22 hingga 24 Juni.
“Untuk SPMB tahun ini yang diterima sebanyak 431 siswa. Hingga hari terakhir, sekitar 400 siswa sudah melakukan daftar ulang. Jika ada yang belum mendaftar ulang, kami akan menghubungi yang bersangkutan terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Jumlah peminat tahun ini sekitar 900 orang atau hampir dua kali lipat dari kuota yang tersedia,” terang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 7 Banjarmasin, Said Hafizi.
Tingginya jumlah peminat tersebut menunjukkan SMAN 7 Banjarmasin masih menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Banjarmasin. Pihak sekolah berharap seluruh proses daftar ulang dapat berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru dapat dimulai sesuai jadwal.
Reporter: Nina Megasari





