Belajar Industri Hijau, DPRD Kalsel Lirik Potensi Ekonomi dari Limbah

Jakarta, Duta TV — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggali informasi terkait pengelolaan limbah industri kecil dan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Komisi II justru mendapatkan gambaran lebih luas mengenai keberhasilan DKI Jakarta membangun industri hijau berbasis pengelolaan limbah.

Anggota Komisi II Firman Yusi mengatakan, konsep industri hijau yang dikembangkan DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada minyak jelantah, tetapi juga berbagai jenis sampah dan limbah lain yang berhasil diolah menjadi peluang usaha baru bernilai ekonomi.

Menurut Firman, keberhasilan tersebut didukung kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.

DKI Jakarta bahkan membangun ekosistem dan platform kolaborasi yang memungkinkan seluruh pihak terlibat dalam pengembangan industri ramah lingkungan.

“Artinya tidak hanya terkait dengan minyak jelantah saja, tetapi juga terkait dengan apa namanya, hal-hal lain pengelolaan sampah lainnya, pengelolaan limbah lainnya, yang justru kemudian lahir menjadi industri baru di DKI Jakarta,” kata Firman Yusi, Anggota Komisi II DPRD Kalsel.

Komisi II berharap pengalaman DKI Jakarta dapat menjadi acuan dalam membangun ekosistem pengelolaan limbah yang produktif, sehingga berbagai potensi limbah di Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Tim Liputan

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *