Akses Sungai Terhambat, DPRD Kalsel Desak Solusi Permanen di Danau Panggang

Hulu Sungai Utara, Duta TV — Dangkalnya alur sungai dan tumpukan eceng gondok kini menjadi hambatan bagi transportasi air masyarakat di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kondisi ini semakin memprihatinkan di tengah fenomena El Nino yang menyebabkan debit air menyusut.
Akibatnya, kelotok yang menjadi andalan transportasi warga kesulitan melintasi alur sungai. Sementara, distribusi hasil pertanian dan perikanan ikut terganggu.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama jajaran Dinas Perhubungan Provinsi turun langsung meninjau kondisi sungai. Ia menilai, pembersihan gulma air saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang terus berulang.
Legislator Golkar ini menegaskan, normalisasi sungai bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kelancaran transportasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Terlebih, sekitar 65 persen wilayah Danau Panggang merupakan rawa dan danau, sehingga aktivitas masyarakat sangat bergantung pada jalur transportasi air.
“Sehubungan dengan permintaan masyarakat, khususnya Kecamatan Danau Panggang untuk merevitalisasi sungai yang ada di Kecamatan Danau Panggang. Kemarin sudah di-HSU langsung oleh pihak Dinas Perhubungan Provinsi,
“Tadi malam sudah dilakukan rapat dengan Bupati di kecamatan yang saya langsung pimpin, Sekaligus nanti merapikan yang sering menimbul atau yang sering tersumbat karena sampah dengan upaya akibat adanya gulma yang ada. Tujuannya adalah yang sampah-sampah yang dibersihkan, yang bilamana kesadaran masyarakat, jelas Supian HK.
“Kami sudah meninjau, ternyata memang benar di sini banyak rumput-rumput liar, ada pohon-pohon yang ini. Kebetulan kita dari Dinas Lingkungan akan melakukan pembersihannya pada tahun ini juga,” ujar Weidyael Fitrin, Kasi Dal Ops Dishub Kalsel.
DPRD Kalsel berharap, rencana normalisasi tersebut dapat segera direalisasikan, agar jalur transportasi air kembali lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terhambat. Penanganan secara menyeluruh dinilai penting agar pendangkalan dan gulma air tidak terus menjadi persoalan berulang, terutama saat debit sungai menurun akibat fenomena El Nino.
Tim Liputan





