Banjir, Kotim Gagal Panen 3.500 Hektare Padi

Sampit, DUTA TV — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rudianur sangat prihatin atas musibah dialami petani Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Pasalnya, tanaman padi mereka mengalami gagal panen akibat terendam banjir.

“Informasi sementara yang disampaikan kepada kami tadi ada sekitar 3.500 hektare sawah yang gagal panen di Desa Lampuyang. Banjir merendam sawah petani setempat,” kata Rudianur, Kamis (20/5).

Begitu mendapat informasi terjadi banjir tersebut, Rudianur langsung turun ke lokasi. Dia memantau sawah yang terendam banjir di sejumlah lokasi di desa penghasil beras terbesar tersebut.

Ia juga berdialog dengan petani yang ditemuinya sambil meninjau sawah yang terendam banjir. Petani berharap kejadian ini mendapat perhatian pemerintah daerah.

Rudianur meminta Dinas Pertanian bergerak cepat turun ke lokasi mendata sawah-sawah yang terendam banjir. Evaluasi harus dilakukan, khususnya terkait sistem pengairan untuk perbaikan pasokan air dan diupayakan mencegah banjir.

Dikhawatirkan kejadian ini akan berpengaruh terhadap produksi beras karena Desa Lampuyang merupakan lumbung beras terbesar Kotawaringin Timur. Kejadian ini juga dipastikan membuat petani merugi. Padahal, sebagian petani bercocok tanam menggunakan modal yang terbatas, bahkan kabarnya ada yang meminjam dari orang lain dengan janji akan dibayar saat panen.(rol)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *