Suara Banjar & Batola Masuk, Petahana Pimpin Perolehan Suara

BANJARMASIN, DUTA TV – Persentase suara formulir model C. Hasil-KWK di laman sirekap KPU dari TPS Kabupaten Banjar untuk pemilihan gubernur Kalsel sudah 82,92%, (Versi Senin 13/12/2020, 11:48 wita). Selisih suara di Kabupaten Banjar berdasar data sirekap KPU cukup siginifikan yaitu 130.448 milik paslon 1 berbanding 77.833 milik paslon 2.

Secara keseluruhan progres suara di laman sirekap 7.520 TPS dari 9.069 atau 82.90% hasil suara yang masuk terunggah berdasarkan C Hasil-kwk. daerah lumbung suara petahana lain ada di kabupaten Batola, yang sudah hampir tuntas mencapai 98.39%. dengan hasil Kubu petahana sementara mendapatkan suara 65.481 berbanding 40.614 milik paslon penantang.

Selisih suara Pilgub Kalsel semakin menipis dan saling berkejaran. Sebelumnya persentase suara Sahbirin Noor – Muhidin (BirinMu) berada di angka 48 koma sekian, seiring masuknya suara Kabupaten Banjar dan Batola persentase suara paslon No. 1 merangkak dan sempat grafik sama satu sama lainnya yakni 50% berbanding 50%. Dan kini dipimpin kubu petahana paslon H. Sahbirin Noor – Muhidin dengan 50,2% dan paslon H. Denny-difri 49.8% pada senin siang (14/12/2020).

Pengamat Politik Fisip Universitas Lambug Mangkurat, Setia Budhi, menyatakan cukup menarik melihat dinamika Pilgub Kalsel 2020. Menurutnya dinamika saat ini menampilkan kontestasi demokrasi yang sangat baik.

Budi melihat sesudah pemilihan terjadi zona dukungan petahana yang tidak bergeser dari Pilgub sebelumnya. Jika diamati mengapa hal itu terjadi karena pembangunan di daerah itu menurut amatan masyarakat terjadi perubahan signifikan.

“Di mana petahana mendapat dukungan kuat di situ terjadi pembangunan signifikan. Katakanlah Barito Kuala yang mana saat ini perolehan suara cukup jauh antara petahana dengan penantang. Sejak 2015 Golkar selalu unggul dan masyarakat tetap mempertahankan pilihannya terhadap calon gubernur. Di Kabupaten Banjar di mana saat ini juga menjadi lumbung suara petahana kita tau pembangunan di sana cukup signifikan. Tapin juga demikian saat ini menjadi penyumbang suara yang signifikan bagi petahana. Secara umum petahana unggul di beberapa daerah,” bebernya.

Budi menyatakan peluang petahana untuk menang terbuka jika jarak selisih suara di lumbung suara terlalu jauh. Menurut Budi meskipun kalah di daerah lainnya jika menang dengan selisih banyak di basis pemilih yang besar maka sangat mungkin hasil akhir memenangkan petahana.

“Kita tuggu hasil akhirnya bagaimana saya belum berani menyimpulkan, tapi pelaung petahana terbuka jika melihat perolehan selisih suara di daerah dengan basis suara yang tinggi. Saat ini dinamika suara terus bergerak,” pungkasnya.

Tim Liputan

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *