61 Warga Tanah Laut Terpapar Rabies di 2019

DUTA TV TANAH LAUTPuluhan warga dan petugas kesehatan mengikuti pertemuan advokasi pengendalian penyakit rabies, dalam rangka memperingati hari rabies se-dunia tahun 2019.

Advokasi pengendalian penyakit rabies kali ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Tanah Laut.

Dalam advokasi kali ini terungkap, jika 61 warga tanah laut terkena gigitan anjing rabies sejak awal bulan Januari hingga Oktober 2019. Dan kasus rabies di kabupaten Tanah Laut menduduki peringkat 2 terbanyak se-Kalimantan Selatan setelah kota Banjarbaru.

“Ada 61 orang yang kena gigitan rabies, ini peringkat kedua setelah Banjarbaru, sebelumnya tahun 2017-2018 ada 14 kasus, faktor utamanya dari hewan,” jelas Nina Sandra Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut.

Nina Sandra juga mengatakan jika dibandingkan tahun sebelumnya, kasus rabies di kabupaten Tanah Laut pada tahun ini meningkat 300{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}.

Kecamatan Batu Ampar Daerah Rawan Rabies

Kawasan yang paling rawan terpapar rabies di Tanah Laut yakni di kecamatan Batu Ampar, karena wilayah Batu Ampar dikelilingi pegunungan yang menjadi habitat anjing liar.

“Yang terbanyak ada dibatu ampar dan disana berbatasan dengan gunung, banyak anjing liar,” jelas Suharyo Kadis Peternakan Tanah Laut.

mengantisipasi kasus rabies, dinas peternakan dan kesehatan hewan tanah laut bekerjasama dengan polres tanah laut melakukan perburuan hewan anjing liar.

“Kita juga melakukan antisipasi dengan kepolisian untuk melakukan penembakan, vaksinasi di daerah rawan rabies serta sosialisasi bahaya rabies,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu perburuan anjing liar dilakukan di desa Damit, kecamatan Batu Ampar karena 2 orang warga tergigit anjing liar yang terkena rabies.

 

Reporter : Suhardadi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *