Sumur Bor Selamatkan Warga dari Krisis Air

Kotabaru, Duta TV — Dari tahun ke tahun, krisis air bersih pada musim kemarau selalu menjadi masalah yang dihadapi warga Kabupaten Kotabaru. Kondisi ini mendorong Mistari, Ketua RT 1 Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, untuk memperjuangkan pembuatan sumur bor di wilayahnya.

Berulang kali usulan pembuatan sumur bor ia ajukan ke desa sebelum akhirnya terealisasi. Dengan ketentuan lahan harus hibah, sumur bor kemudian dibangun di halaman Masjid At-Taubah, Jalan Hasan Basri, Desa Semayap.

Kini saat kekeringan melanda Kabupaten Kotabaru dan PDAM memberlakukan distribusi air bergilir, sumur bor ini menjadi penyelamat warga. Selain membantu warga yang kesulitan air, keberadaan sumur bor juga menambah pemasukan untuk masjid.

Sesuai kesepakatan, warga yang mengambil air cukup membayar Rp500 per jeriken. Uang hasil penjualan air selain digunakan untuk membeli token listrik, sepenuhnya disumbangkan ke masjid.

“Kami mengusulkan sumur bor terutama karena kami mengalami dari tahun ke tahun, mulai dulu selalu masalah air. Karena kami mengusulkan akhirnya terealisasi, lalu kami punya ide kerja sama dengan masjid. Untuk masjid kalau kemarau bisa mengisi tong-tong di tempat wudu, dan untuk masyarakat bisa mengambil air dari sumur bor. Sesuai kesepakatan masyarakat mau membayar Rp500 per jeriken itu pun dananya masuk ke masjid,” ujar Mistari, Ketua RT 1 Desa Semayap.

Dayat, salah seorang warga, mengaku sumur bor ini sangat membantu masyarakat, dengan harganya yang murah yakni hanya Rp500. Ia juga mengatakan pengambilan air dari sumur bor ini sekitar seminggu sekali atau baru akan mengambil di sini jika air mati.

Tak peduli siang atau malam, setiap harinya warga selalu ramai hilir mudik mengambil air dari sumur bor ini, bahkan ada yang datang dari RT dan desa lain.

Reporter: Nazat Fitriah

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *