Kemenkes Segera Turunkan Tenaga Medis ke Wilayah Karhutla Tangani ISPA

Jakarta, DUTA TV – Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Chaniago mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera turun ke lapangan mengatasi meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Irma memastikan Kemenkes akan turun bersama tenaga medis.

“Barusan (kemarin) kami RDP dengan Kemenkes soal ini, insyaallah kemenkes akan segera turun dengan tenaga kerja medisnya,” kata Irma saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Kemudian, Irma memastikan pihaknya juga akan turun ke dua provinsi terdampak karhutla. Dia menyebut kunjungan ini akan melibatkan pemerintah daerah setempat.

“Sementara Komisi IX DPR akan mengiunjungi dua provinsi untuk mengecek langsung dengan pemerintah daerah,” ucap dia.

Asap karhutla diketahui meningkat dibarengi naiknya gangguan pernapasan di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan mencatat ada 515 kasus ISPA dalam satu pekan.

Angka tersebut tercatat pada minggu ke-32 berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kobar.

Lonjakan itu menjadi perhatian karena terjadi setelah tren peningkatan kasus yang berlangsung beberapa pekan sebelumnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, mengatakan kasus ISPA perlu terus diawasi karena menunjukkan pola peningkatan sejak minggu ke-28 hingga minggu ke-32.

“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut hanya dalam satu pekan,” kata Jhonferi dilansir detikKalimantan, Rabu (26/8).

Jika dilihat berdasarkan wilayah layanan kesehatan, Puskesmas Sungai Rangit mencatat jumlah laporan kasus tertinggi, yakni 1.933 kasus atau 16,43 persen. Disusul Puskesmas Madurejo dengan 1.169 kasus atau 9,94 persen dan Puskesmas Kumai sebanyak 1.152 kasus atau 9,79 persen.

“Sementara itu, Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus dan Puskesmas Mendawai sebanyak 905 kasus,” katanya.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *