Sembilan Anak Alami Gejala Batuk, PRSPD Iskaya Banaran Perketat Antisipasi Kabut Asap

Banjarbaru – dutatv.com, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran meningkatkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah anak di panti yang mengalami gejala batuk.

Kepala PRSPD Iskaya Banaran Gusti Muhammad Reza Pahlevi mengatakan, hingga 24 Agustus 2026, empat anak yang sebelumnya mengalami gejala batuk telah membaik. Namun, per 26 Agustus, pihaknya kembali mencatat sembilan anak yang mengalami gejala, meski belum mengarah pada penyakit tertentu.

“Beberapa hari yang lalu sudah ada empat orang yang mengalami gejala batuk. Alhamdulillah sampai tanggal 24 Agustus sudah membaik. Namun, per tanggal 26 Agustus ada sembilan orang yang masih mengalami gejala, belum mengarah kepada penyakit,” ujar Pahlevi, Banjarbaru, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pihak panti langsung melakukan sejumlah langkah pencegahan, terutama dengan mengingatkan anak-anak untuk menjaga pola hidup sehari-hari. Mereka diarahkan untuk menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, serta mendapatkan obat-obatan apabila diperlukan sesuai kondisi.

Selain itu, pihak panti juga telah membagikan masker kepada anak-anak sebagai perlindungan dari paparan asap. Pengawasan terhadap kondisi kesehatan anak juga terus dilakukan, khususnya apabila muncul gejala yang lebih berat.

“Yang pertama kami memberikan arahan kepada anak-anak untuk menjaga pola hidup keseharian, mulai dari makan dan banyak minum air putih. Masker juga sudah dibagikan kepada anak-anak,” jelasnya.

Langkah antisipasi juga diterapkan dalam kegiatan rutin panti. Selama hampir sepekan, kegiatan apel pagi untuk sementara ditiadakan karena kondisi kabut asap yang dinilai masih cukup tebal pada pagi hari.

Pahlevi menjelaskan, biasanya apel dilaksanakan sekitar pukul 07.30 hingga 08.00 WITA. Pada waktu tersebut, kondisi asap masih cukup pekat sehingga pihaknya memilih meniadakan sementara kegiatan apel demi menjaga kesehatan anak-anak maupun pegawai.

“Untuk apel pagi, sudah hampir seminggu ini kami liburkan sementara karena menghindari paparan langsung. Kabut asap biasanya masih tebal pada pagi hari, sekitar setengah delapan sampai jam delapan,” katanya.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran di panti tetap berjalan karena dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Pada waktu tersebut, kondisi asap biasanya mulai berkurang sehingga proses pembelajaran masih dapat dilaksanakan.

Meski demikian, kegiatan pembelajaran lebih diarahkan untuk dilakukan di dalam ruangan. Para pengasuh dan instruktur juga diminta meminimalisir aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Kalau untuk pembelajaran tidak terganggu karena dimulai jam sembilan. Saat itu asap sudah mulai berkurang. Namun, pembelajaran dianjurkan dilakukan di dalam ruangan dan kegiatan di luar ruangan diminimalisir,” pungkas Pahlevi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PRSPD Iskaya Banaran melindungi anak-anak dan seluruh pegawai dari dampak paparan kabut asap, sembari tetap memastikan pelayanan dan proses pembelajaran di panti berjalan. MC Kalsel/Rns

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *