Selain Pantauan Berkala, Tanah Bumbu Susun Strategi Khusus Tanggulangi Karhutla

Batulicin, DUTA TV – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, bersama Kodim 1022 TNB terus memperkuat sinergitas dan menyusun strategi khusus dalam menanggulangi kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di “Bumi Bersujud”.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif diwakili Kepala Pelaksana BPBD, Sulhadi di Batulicin, Kamis, mengatakan sinergi antara unsur pentahelix dalam penanganan karhutla terus diperkuat untuk memberikan respons cepat, tepat serta terciptanya koordinasi secara optimal.
“Setiap waktu, seluruh personil atau tim karhutla darat di Tanah Bumbu kita tekankan untuk terus melakukan pantauan secara berkala terhadap titik panas atau hotspot di seluruh wilayah, baik melalui aplikasi maupun datang langsung ke lapangan untuk mendeteksi perkembangan karhutla,” kata Sulhadi.
Sulhadi mengatakan, dalam menghadapi karhutla, di setiap posko akan disiapkan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan para personel di lapangan.
Dalam strategi ini, tim dituntut tetap siaga dan siap melaksanakan skenario terburuk, namun tetap berharap untuk hasil yang terbaik.
Melalui sinergi dan kesiapan infrastruktur yang terintegrasi ini, kolaborasi antara BPBD, Kodim 1022/TNB dan Yonif-TP 828/BWM dinilai mampu memberikan respons penanganan karhutla yang terpadu dan optimal di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Komandan Kodim 1022/TNB, Zierda Aulia Salam menambahkan, dalam menyikapi kasus karhutla, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah mengerahkan 3 batalion tambahan sebanyak 1.206 personel serta pesawat CN dan tim khusus untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
“Panglima TNI juga menyiapkan tim khusus freefall, fast roping, hingga tim paramotor dan paratrike untuk memantau serta membantu kondisi lapangan secara taktis,” ucapnya.
Zierda memastikan, seluruh personil TNI AD yang tergabung dalam tim Karhutla Tanah Bumbu berada dalam kondisi siap siaga untuk melakukan patroli, pemadaman, dan pencegahan api di wilayah rawan.(ant)





