Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Uji Teknologi Pengolahan Air Berbasis GBS, UFM, dan Sistem Hybrid

Banjarmasin, Duta TV — Tim peneliti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan pengujian kinerja tiga rancangan teknologi pengolahan air. Masing-masing GBS, UFM, dan kombinasi hybrid GBS plus UFM.
Pengujian merupakan bagian dari penelitian PDUPT tahun kedua 2026, dalam roadmap penelitian periode 2025 hingga 2027.
Penelitian dilaksanakan April hingga Juli 2026, dengan menggunakan tiga sumber air dengan karakteristik berbeda. Yaitu air Sungai Martapura di Desa Melayu Tengah, Kabupaten Banjar, air gambut Handil Bawang di Desa Baringan, Kabupaten Barito Kuala, serta air kolam di Desa Baringan.
Pengujian dilakukan terhadap 27 unit eksperimen, yang merupakan kombinasi tiga jenis air, tiga metode pengolahan, dan tiga kali replikasi.
Pengamatan dilakukan pada menit ke-0, 30, dan 60. Parameter yang diukur meliputi kekeruhan, pH, TDS, TSS, COD, total coliform, debit atau flux, serta transmembrane pressure atau TMP.
“Penelitian ini kami lakukan untuk melihat sejauh mana rancangan teknologi GBS, UFM, dan kombinasi hybrid GBS+UFM mampu meningkatkan kualitas air baku. Kami tidak hanya melihat kemampuan alat dalam menurunkan kekeruhan, tetapi juga mengamati parameter kualitas air serta kinerja sistem selama proses pengolahan,” ujar Sulaiman Hamzani, Ketua Tim Peneliti.
Hasil awal menunjukkan, teknologi GBS mulai mampu menurunkan kekeruhan seiring bertambahnya waktu operasi. Sementara teknologi UFM menunjukkan kemampuan penyisihan kekeruhan yang lebih tinggi. Namun, selama proses operasi terjadi penurunan flux dan peningkatan TMP.
Kondisi ini menjadi dasar evaluasi sistem hybrid, yang menggabungkan teknologi GBS dan UFM. Hasil pengujian menunjukkan, sistem hybrid memberikan kinerja penyisihan kekeruhan yang konsisten pada ketiga jenis air yang diuji.
Penelitian ini melibatkan tiga peneliti, yaitu Sulaiman Hamzani, Syarifudin A, dan Fatmi Indah Hati. Selain itu, tujuh mahasiswa Program Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan turut terlibat dalam desain reaktor, pengambilan sampel, pemeriksaan laboratorium, analisis data, hingga penyusunan luaran penelitian.
Hasil penelitian tahun kedua ini selanjutnya akan menjadi dasar pengembangan teknologi pada tahap berikutnya. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan air baku, khususnya di wilayah dengan karakteristik air yang memerlukan pengolahan lebih lanjut.
Reporter: Mawardi





