Datangi Kediaman Seniman Misbach Tamrin, Wali Kota Minta Maaf Pembongkaran Monumen

Banjarmasin, Duta TV Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, bersama Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mendatangi kediaman seniman Misbach Tamrin, belum lama tadi.

Kedatangan dirinya untuk meminta maaf langsung kepada Misbach, karena membongkar Monumen Taman Gerbang Kota atau Kayuh Baimbai, beberapa waktu lalu.

““Kami datang bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanaan pembongkaran monumen yang merupakan hasil karya beliau,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Yamin menjelaskan bahwa pembongkaran monumen dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan kota, bukan untuk mengabaikan nilai seni maupun sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Kami ingin menjelaskan maksud dan tujuan pemerintah dalam melakukan penataan kawasan. Kalau sejak awal ada prasasti yang menjelaskan siapa pembuatnya, tentu pemerintah akan lebih mudah mengetahui nilai sejarah dan seninya,” tambah Yamin.

Adanya penjelasan tersebut diterima oleh Misbach Tamrin. Bahkan, keluarga seniman memahami bahwa penataan kota dilakukan demi kepentingan masyarakat banyak.

Yamin juga mengungkapkan, selama hampir satu dekade monumen itu berdiri tanpa dilengkapi prasasti atau penanda yang menjelaskan identitas penciptanya. Akibatnya, banyak masyarakat bahkan pemerintah, tidak mengetahui nilai sejarah maupun sosok seniman di balik karya tersebut.

“Nanti kita diskusikan bersama keluarga beliau dan Pak Sekda untuk menentukan lokasi yang tepat. Saat dibangun kembali, kita juga akan membuat prasasti yang ditandatangani langsung oleh beliau bersama pemerintah kota sebagai bentuk penghormatan,” pungkasnya.

Sementara, rencana Wali Kota untuk melakukan pembangunan kembali direspons baik oleh Misbach Tamrin, dan ia juga sangat berterima kasih jika nantinya monumen tersebut bakal dibangun kembali oleh Pemko Banjarmasin.

“Itu tidak hanya saya setuju tapi terima kasih sekali kalau ada kebijakan itu,” ujar Misbach.

Yamin mengakui pembongkaran monumen masih memunculkan perbedaan pandangan di kalangan seniman, budayawan, dan masyarakat. Karena itu, pemerintah menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi agar setiap kebijakan pembangunan ke depan lebih memperhatikan aspek pelestarian seni dan budaya.

Reporter : Zein Pahlevi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *