Gagal Berangkat, 175 Jemaah Geruduk Syakira Travel

Banjarmasin, Duta TV — Sebanyak 175 jemaah memenuhi kantor Syakira Travel untuk meminta kejelasan. Sejumlah jemaah menyampaikan keluhan dan menuntut pertanggungjawaban setelah gagal diberangkatkan sesuai jadwal.
Ketua Forum Penyelenggara Travel Umrah dan Haji Khusus Kalimantan Selatan (FK PATUH), H. Saridi, mengatakan pihaknya diminta turun tangan menjadi mediator untuk meredam ketegangan antara pihak travel dan para jemaah.
Menurut Saridi, mediasi berhasil mencegah situasi berkembang menjadi kericuhan. Saridi menilai kasus yang terjadi pada Syakira Travel merupakan mismanajemen, salah satunya dipicu penjualan paket umrah dengan harga terlalu murah sehingga kemampuan operasional travel terganggu.
“Ternyata dari analisa FK PATUH bahwa memang jemaah ini selalu mencari harga termurah. Nah, karena cost untuk penyelenggaraan ibadah umrah ini ada kenaikan yang luar biasa, khususnya tiket dan hotel, maka sehingga travel tidak bisa memberangkatkan,” ujarnya
Hingga kini, penyelesaian terhadap para jemaah masih belum menunjukkan kejelasan. Bahkan pihak Syakira Travel mengaku angkat tangan. Bukan hanya itu, saat ini diketahui juga ada sebanyak 38 jemaah Syakira Travel masih menunggu kepastian kepulangan dari Jeddah.
Pihak FK PATUH mengaku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama serta Konsulat Republik Indonesia di Arab Saudi agar para jemaah segera dipulangkan. Namun hingga kini, belum ada kepastian.
“Kalau pun yang sekarang masih ada yang tertinggal di Jeddah, saya dengar hari ini masih ada 38 yang stay di Jeddah yang masih menunggu kepulangan. Tentunya ini juga harus kita sikapi bersama. Yang di sini tidak bisa berangkat, yang di sana tidak bisa pulang.” lanjut Saridi.
Berdasarkan informasi yang diterima FK PATUH, pihak Syakira Travel juga telah menyatakan tidak sanggup atau angkat tangan untuk memulangkan para jemaah yang masih berada di Arab Saudi.
Selain Syakira Travel, sebelumnya juga muncul permasalahan serupa yakni gagal berangkatnya puluhan jemaah umrah Travel Hijaz Safar. Namun permasalahan itu disebut murni dugaan penipuan.
Evi Dwi Herliyanti




