Anggaran Pemeliharaan Makam Lebih Besar dari Perlindungan Pekerja Rentan Miskin

Banjarmasin, Duta TV — Dalam rapat pembahasan anggaran bersama Dinas Sosial, Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan mempertanyakan minimnya alokasi perlindungan bagi pekerja rentan miskin. Program yang baru masuk dalam struktur anggaran Dinas Sosial pada 2026 itu hanya mengakomodasi sekitar 100 orang.
Padahal, data sasaran dari kelompok desil satu hingga empat diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu pekerja rentan di Kalimantan Selatan. Ketua Komisi IV menilai angka tersebut masih sangat jauh dari kebutuhan riil masyarakat.
Ketua Komisi IV meminta pemerintah daerah menyelaraskan program antara Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja agar tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperluas cakupan penerima manfaat.
Menurutnya, masih tersedia ruang untuk melakukan perampingan pada pos-pos anggaran yang bukan menjadi prioritas, apalagi tercatat ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya mencapai Rp10 miliar.
Komisi IV membandingkan kecilnya alokasi perlindungan pekerja rentan dengan sejumlah pos belanja lain, termasuk anggaran pemeliharaan lima makam pahlawan yang mencapai sekitar Rp250 juta per tahun.
Dewan menilai perlindungan pekerja berisiko tinggi seperti buruh harian hingga pengemudi ojek online seharusnya menjadi prioritas, mengingat mereka belum memiliki jaminan dari perusahaan penyedia layanan dan rentan mengalami kecelakaan kerja.
“Program perlindungan pekerja rentan juga ada di Dinas Tenaga Kerja sehingga perlu diselaraskan agar porsinya lebih ideal bagi masyarakat pada 2027. Kami juga melihat masih ada ruang untuk melakukan perampingan anggaran pada pos-pos yang bukan menjadi prioritas,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha.
Sementara itu, Dinas Sosial beralasan minimnya anggaran untuk pekerja rentan miskin karena merupakan program baru pada 2026. Padahal, berdasarkan data, juga tercatat ada program baru Dinas Sosial di tahun ini yang dilaksanakan dengan pos anggaran cukup besar mencapai Rp3,7 miliar, yakni bantuan perlengkapan sekolah anak usia dini yang menyasar 7.537 anak.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





