Komisi III DPRD Banjarmasin Soroti Sisa Waktu Proyek NUFReP Tahap Dua dan Tiga

Banjarmasin, Duta TV — Banyaknya kendala yang menghambat percepatan proyek NUFReP atau National Urban Flood Resilience Project pada proses administrasi dalam penyediaan lahan untuk tahap dua dan tiga menyita perhatian Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.
Terkait hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, mulai meragukan kemampuan pemerintah kota dalam menuntaskan pembebasan lahan proyek pengendalian banjir di Jalan Veteran tersebut.
Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2026, pembebasan lahan untuk tahap kedua masih belum tuntas, padahal DPRD sudah mendukung dengan menyetujui anggaran besar untuk hal tersebut.
Ridho menjelaskan, Balai Wilayah Sungai atau BWS tidak dapat memulai pekerjaan fisik sebelum seluruh lahan berstatus clear and clean, dan tentu berdampak dengan pengerjaan proyek. Terlebih waktu pemanfaatan dana pinjaman Bank Dunia akan berakhir pada Desember 2027 dan waktu semakin terbatas.
“Kami melihat masih ada berbagai kendala, terutama terkait administrasi, surat-menyurat, dan proses penyediaan lahan. Dari sisi anggaran sebenarnya DPRD sudah memberikan dukungan penuh melalui APBD. Kalau melihat kemajuan saat ini, terus terang kami masih ragu. Kalau pun bisa terlaksana, mungkin tahap dua yang lebih realistis dikejar. Itu pun waktunya sudah sangat mepet,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, tetap optimis dan memastikan pihaknya terus melakukan percepatan penyelesaian pembebasan lahan yang saat ini fokus utama diarahkan pada tahap dua dan tahap tiga.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BWS terkait percepatan. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan ada perkembangan signifikan untuk tahap kedua. Kami berharap pembebasan lahan tahap dua dan tiga bisa terus berjalan sehingga program pengendalian banjir ini dapat direalisasikan sesuai target,” ujarnya.
Komisi III DPRD Kota Banjarmasin berharap pemerintah kota dapat segera mencari solusi percepatan pembebasan lahan sehingga kesempatan memperoleh dukungan pendanaan dari Bank Dunia tidak hilang dan proyek pengendalian banjir NUFReP dapat terealisasi sesuai target.
Reporter: Ade Yanuar dan M. Suhardadi





