Baliho Film ‘Aku Harus Mati’ : Diturunkan – Singgungan soal Copycat Suicide

Jakarta, DUTA TV — Ramai di media sosial papan baliho atau bilboard promosi film bertulisan ‘Aku Harus Mati’ yang dianggap membuat tidak nyaman. Papan reklame yang tersebar di sejumlah titik Jakarta itu kini diturunkan Satpol PP DKI.

Dalam unggahan viral yang dilihat, Minggu (5/4/2026), papan reklame itu bertulisan ‘Aku Harus Mati’ dengan latar belakang makhluk berwarna biru bermata merah. Konten tersebut menuai keluhan warga.

Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro reklame yang menayangkan iklan tersebut. Hasilnya, billboard film tersebut diturunkan.

“Sudah, sudah, iya. Jadi kita sudah koordinasi sama biro reklamenya untuk segera menurunkan. Betul, betul (yang menurunkan bilboard pihak biro),” kata Satriadi ketika dihubungi, Minggu (5/4/2026).

Sejauh ini ada tiga papan reklame yang diturunkan. Satu diturunkan Sabtu (4/4), dan dua lagi pada hari Minggu (5/4).

Satriadi menjelaskan sejauh ini baru tiga billboard terkait yang diturunkan di Jakarta.

Jika ada informasi billboard yang berisi iklan film tersebut tersebut di lokasi lain akan diambil tindakan serupa.

Meski dimaksudkan sebagai materi promosi hiburan, para pakar kesehatan jiwa memperingatkan adanya risiko fatal bagi masyarakat yang terpapar pesan tersebut di ruang publik.

Psikiater sekaligus Anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menegaskan bahwa penempatan pesan visual yang ekstrem di jalan raya bukan sekadar persoalan estetika iklan, melainkan isu kesehatan mental publik (public mental health) yang sangat serius.

Dalam psikologi suicidologi, terdapat istilah suicide contagion atau copycat suicide, yaitu perilaku bunuh diri yang dipicu oleh paparan informasi, gambar, atau narasi tentang kematian.

dr Lahargo menjelaskan bahwa baliho dengan narasi keputusasaan dapat memperkuat skema kognitif negatif pada individu yang sedang berjuang melawan depresi.

“Di titik ini, banner bukan lagi sekadar iklan. Ia berubah menjadi cue psikologis,” ujar dr Lahargo dalam keterangannya dikutip detikcom, Minggu (5/4/2026).

Dia memaparkan bahwa visual tersebut dapat memicu activation of death-related thoughts atau pengaktifan pikiran terkait kematian.

Bagi individu dengan depresi berat atau ide bunuh diri laten, pesan “Aku Harus Mati” seolah-olah menjadi pembenaran bahwa tidak ada pilihan lain.

dr. Lahargo menguraikan tiga mekanisme psikologis yang berbahaya akibat paparan baliho tersebut:

– Priming Effect: Judul provokatif mengaktifkan pikiran negatif serupa pada individu dengan gangguan kecemasan.

– Cognitive Reinforcement: Memperkuat keyakinan maladaptif seperti “hidup saya selesai” atau “saya tidak berharga”.

– Emotional Suggestibility: Remaja dan individu dalam distres emosional cenderung lebih mudah terpicu oleh visual yang dramatis dan sensasional.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *