Silaturahmi APDESI Kalsel, Gubernur Muhidin Apresiasi Posbakum Desa dan Ajak Kampus Turun ke Lapangan

Banjarbaru – dutatv.com, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menghadiri kegiatan silaturahmi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kalimantan Selatan yang dihadiri lebih dari 700 kepala desa se-Kalsel di Banjarbaru, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang juga dihadiri Ketua Umum DPP APDESI Junaedhi Mulyono tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dilanjutkan dengan diskusi organisasi serta buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin mengapresiasi pemerintah pusat yang telah menghadirkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hingga tingkat desa. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat desa, terutama dalam memperoleh akses keadilan hukum.

“Dengan adanya Posbakum di desa, masyarakat hingga ke pelosok bisa mendapatkan pendampingan hukum. Ini langkah penting untuk memastikan keadilan dapat dirasakan oleh seluruh warga desa,” ujar Muhidin.

Muhidin juga mengusulkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan untuk memperkuat layanan hukum bagi masyarakat desa.

Ia meminta perguruan tinggi yang memiliki fakultas hukum, seperti Universitas Lambung Mangkurat, agar dapat mengirimkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa-desa di seluruh Kalimantan Selatan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu masyarakat dalam memahami persoalan hukum sekaligus mendukung program Posbakum di desa.

“Kita akan bicarakan dengan para rektor dan Kanwil Hukum untuk membahasnya lebih lanjut, termasuk bagaimana prosedur pelaksanaannya,” kata Muhidin.

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh 2.015 desa yang tersebar di Kalimantan Selatan, sehingga masyarakat desa semakin mudah mendapatkan akses bantuan hukum.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Muhidin juga mengingatkan para kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

Menurutnya, peran kepala desa sangat penting dalam mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kepala desa supaya berhati-hati di daerahnya masing-masing, terutama di wilayah ring satu. Jangan sampai kita membuka lahan dengan cara membakar, baik di ladang maupun di kawasan hutan,” tegasnya.

Muhidin turut mengapresiasi APDESI Kalimantan Selatan yang secara swadaya menggelar kegiatan silaturahmi tersebut.

Menurutnya, forum seperti ini penting untuk memperkuat persatuan para kepala desa dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pembangunan dimulai dari desa. Kalau desanya tangguh, maka dampaknya akan terasa hingga ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APDESI Junaedhi Mulyono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perguruan tinggi sangat penting untuk mempercepat kemajuan desa di Indonesia.

“Kami bersyukur Gubernur Kalimantan Selatan dapat hadir bersama para kepala desa. Kolaborasi seperti ini akan memperkuat daerah, karena membangun desa berarti membangun Indonesia,” ujar Junaedhi.

Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor akan mempercepat terciptanya desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, pemerintah desa, hingga kampus akan mempercepat desa menjadi mandiri dan maju,” pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi APDESI Kalimantan Selatan tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara pemerintah daerah dan para kepala desa

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *