Imunisasi Campak Ditingkatkan untuk Perangi Misinformasi

Jakarta, DUTA TV Imunisasi campak  terus ditingkatkan cakupannya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan menggencarkan edukasi dan melawan misinformasi, selain dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Imunisasi Kejar Serentak.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, banyaknya misinformasi mengenai imunisasi menjadi penyebab penolakan imunisasi terjadi karena yang beredar di media.

Sementara penurunan cakupan imunisasi berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kasus.

“Pada tahun 2025 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Sedangkan pada tahun 2026 terjadi KLB di 24 kabupaten/kota. Terdapat 10 kabupaten/kota yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar,” kata Aji, Rabu (3/4/2026).

Jumlah suspek campak tahun 2025 tercatat sebanyak 63.769 suspek dengan 67 kematian.

Sedangkan jumlah suspek campak tahun 2026 sebanyak 8.810 suspek dengan 5 kematian.

Aji menyatakan, campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat mengakibatkan komplikasi hingga kematian, apabila tidak terdeteksi secara dini dan respon dengan merujuk kasus ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di daerah merupakan kunci utama untuk mencegah dan memutus rantai penularan.

Selain itu, kesadaran orang tua untuk segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan saat mengetahui anak mengalami gejala campak juga menjadi hal yang menentukan kecepatan penularan tersebut.(lip6)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *