Pancaroba, 23.497 Warga Banjarbaru Terpapar ISPA

BANJARBARU, DUTA TV — Musim pancaroba atau transisi peralihan musim dari kemarau ke hujan mengakibatkan naiknya kasus penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Kota Banjarbaru.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Banjarbaru, hingga pekan ke-37 tahun 2025 tercatat sebanyak 23.497 warga terpapar ISPA.

Meningkatnya jumlah kasus penyakit pernapasan di Banjarbaru dipicu karena musim pancaroba yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun akibat perubahan kondisi cuaca.

Penyakit ISPA dengan gejala demam dan disertai flu, kendati demikian penyakit ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sepuluh hari hingga dua pekan.

Epidemiolog asal Banjarbaru, Edi Sampana, menuturkan meningkatnya penyakit ISPA karena korelasi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Meskipun penyakit ISPA cenderung mudah untuk diobati, akan tetapi jika penanganannya terlambat akan menimbulkan penyakit yang lebih serius, yaitu pneumonia disertai infeksi dan peradangan pada paru-paru yang bisa mengakibatkan kematian.

“Pada pekan ke-30 mulai terjadi peningkatan penyakit ISPA di Banjarbaru, yang fluktuasinya naik turun. Penyebabnya karena korelasi kondisi cuaca yang tidak menentu. Akan tetapi kalau penanganannya bermasalah atau terlambat bisa menjadi pneumonia yang bisa mengakibatkan kematian,” jelas Edi Sampana.

Sementara itu, data jumlah kasus ISPA di Banjarbaru dihimpun dari sepuluh puskesmas dan sembilan rumah sakit se-Banjarbaru. Berdasarkan laporan, telah lebih dari 23 ribu kasus ISPA terjadi.

Di saat musim pancaroba, warga dihimbau untuk selalu menjaga stamina dan berolahraga dengan teratur agar imunitas tubuh terjaga dengan prima.

 

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *