Penerima MBG Banjarmasin Naik Jadi 26.000

Banjarmasin, DUTA TV — Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Infantri Sigit Purwoko, memimpin rapat koordinasi dapur sehat di Aula Kodim bersama stakeholder, Selasa (26/08/25) siang.

Pada rapat ini, ia menyampaikan beberapa evaluasi dan permasalahan yang sempat terjadi saat program MBG, termasuk adanya temuan makanan tidak layak konsumsi.

Ia menekankan kepada mitra penyedia makan bergizi gratis agar tidak menyajikan makanan yang tidak layak konsumsi. Pengawasan juga nantinya akan lebih diperketat pada mitra penyedia.

Pasalnya, saat ini jumlah penerima program MBG sudah bertambah. Seluruh kecamatan di Banjarmasin kini telah mendapatkan program tersebut.

Dari yang sebelumnya hanya 6.000 lebih siswa di kawasan Banjarmasin Selatan dan Utara yang menerima program MBG ini, sekarang sudah mencapai lebih dari 26.000 penerima, tersebar di lima kecamatan di Kota Seribu Sungai.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, telah disiapkan sembilan dapur khusus yang menyajikan makanan bergizi gratis.

Kolonel Inf. Sigit Purwoko, menjelaskan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program MBG.

“Kita hadirkan semua stakeholder untuk sama-sama saling mengawasi dan mengingatkan agar program MBG di Banjarmasin berjalan lancar. Hampir setiap kecamatan sudah ada,” ujarnya.

Ia juga menegaskan rencana penambahan dapur MBG agar lebih merata di seluruh wilayah kota.

“Kita akan terus perluas, karena idealnya untuk Kota Banjarmasin diperlukan 32 dapur MBG,” tambahnya.

Sementara itu, menurut salah satu mitra MBG Banjarmasin Tengah, Dedhy, adanya temuan makanan yang tidak layak konsumsi bisa terjadi karena faktor eksternal, seperti makanan yang tidak langsung dikonsumsi, dibiarkan terlalu lama, atau proses pengemasan yang tidak sesuai prosedur.

Mitra MBG Banjarmasin Tengah, Dedhy, mengingatkan agar makanan yang dibagikan segera dikonsumsi sesuai aturan.

“Seharusnya setelah makanan diantar langsung dinikmati maksimal tiga jam. Karena apabila lama didiamkan maka kualitas makanan itu akan menurun, apalagi sayuran. Kemudian juga makanan jangan diletakkan di tempat terbuka,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu berupaya menjaga kualitas makanan sejak awal hingga distribusi ke penerima.

“Kita secara internal sudah menyajikan makanan sesuai standar dan setiap menu ditentukan oleh ahli gizi setiap harinya. Mulai dari bahan baku, proses masak, hingga distribusi ke sekolah juga kita jaga sebaik mungkin,” tambahnya.

Dalam rakor ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan untuk para relawan dapur yang direkrut. Sebab sebagian relawan yang terlibat masih ada yang belum memiliki pengetahuan dasar tentang kuliner.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *