Kemarau Tak Ganggu Pertanian, Produksi Padi Sudah Tembus 650 Ribu Ton

Banjarmasin, DUTA TV — Musim kemarau tahun ini tak mengganggu produksi padi di Kalimantan Selatan. Hal itu dibuktikan dari hasil produksi yang per Juli kemarin sudah tembus 650 ribu ton.

Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel saat rapat bersama Komisi II, capaian itu sudah 50 persen dari target 1.250.000 ton produksi beras di tahun 2025.

Pihaknya pun optimis Kalsel akan kembali surplus beras di akhir tahun ini. Pasalnya, Kepala Dinas menyebut kebutuhan beras di Kalsel hanya berkisar 400 ribu ton, sehingga sisanya bisa didistribusikan untuk membantu daerah tetangga.

Tingginya produksi beras itu disebut karena beberapa wilayah di Kalsel mampu melakukan tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, H. Syamsir Rahman, mengatakan, pihaknya menargetkan produksi padi tahun ini mencapai 1.250.000 ton.

“Tahun 2025 kita menargetkan 1.250.000 ton. Sampai dengan akhir Juli itu sudah tercapai 650.000 ton, jadi 50 persen kita sudah terpenuhi. Artinya, untuk kebutuhan masyarakat Kalsel itu sudah clear,” ujarnya.

Ia menambahkan, panen padi masih akan berlangsung pada Agustus hingga September di sejumlah daerah sentra produksi.

“Kemudian kita akan ada panen di bulan Agustus dan masih ada sampai September ada dua masih besar sekali, terutama di sentral produksi Kota Batola, Tala, Kabupaten Banjar, dan Tapin. Tapi di Tanbu mulai menyambung. Kita berharap 1.250.000 insyaallah akan tercapai,” tambahnya.

Dua daerah yang akan melakukan proses tanam kali ketiga pada September mendatang adalah Barito Kuala dan Tanah Laut. Tingginya produksi itu juga hasil optimalisasi lahan atau Oplah yang menjadi program Kementerian Pertanian.

Oplah juga salah satu faktor yang disebut meminimalisir terjadinya karhutla, sehingga Pemprov meyakini sektor pertanian dari hasil buka lahan juga membantu mengurangi potensi kebakaran lahan di tahun ini.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *