Dukung Kalsel, DPR Minta Polri Berantas Kejahatan Pembakaran Hutan

Jakarta, DUTA TV — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri memberantas kejahatan pembakaran hutan. Ia sepakat bahwa kejadian tersebut bukan menjadi bagian dari bencana alam.
Hal itu juga sebagai dukungan terhadap Polda Kalimantan Selatan yang tengah menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan.
“Ini kondisinya sudah darurat, tidak bisa ditawar lagi. Yang membakar hutan harus ditindak dan diusut tegas. Mau itu perorangan atau perusahaan, tangkap sampai ke atas-atasnya. Karena ini jelas-jelas kejahatan, bukan bencana alam. Jadi Polri harus berantas,” ujar Sahroni dalam keterangan, Senin (3/7).
Sahroni meminta seluruh Polda untuk bersiaga penuh atas potensi karhutla di wilayah masing-masing. Terlebih bagi Polda yang wilayahnya sudah memiliki track record sebagai daerah rawan terjadi kebakaran.
“Seluruh Polda harus siaga penuh untuk tangani karhutla di wilayah tugasnya masing-masing. Sistem pencegahan dan penanganannya harus dipastikan taktis, responsif, dan up to date. Seperti pemantauan lahan menggunakan drone yang bisa lebih dioptimalkan lagi,” tambahnya.
Politikus Partai Nasdem ini menambahkan, kebakaran hutan berdampak buruk terhadap lingkungan, termasuk kesehatan masyarakat.
“Karhutla ini dampaknya sangat luar biasa buruk. Baik itu dari segi lingkungan, kualitas udara, sampai kesehatan masyarakat sekitar. Asap hasil pembakaran yang dihasilkan jelas sangat berbahaya. Jadi jika sengaja dibakar, berarti pelaku sama saja mencelakai seluruh masyarakat di daerah situ,” pungkas Sahroni.(mer)





