314 Warga Banjarbaru Terpapar DBD pada Tahun Ini

Banjarbaru, Duta TV Warga RT 15 Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, melakukan bersih-bersih lingkungan dan saluran drainase yang mampet oleh sampah.

Gotong-royong kali ini salah satunya dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk, karena beberapa warga terpapar penyakit DBD. Bahkan, seorang anak berumur sembilan tahun di RT 15 RW 3 Kelurahan Syamsudin Noor meninggal dunia dengan gejala demam disertai dehidrasi dan diare.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti, menjelaskan bahwa kematian anak tersebut belum tentu disebabkan oleh DBD, karena sebelum meninggal juga mengalami diare.

Sementara kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarbaru pada tahun 2023 mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banjarbaru, sejak Januari hingga November 2023, tercatat sebanyak 314 warga terpapar DBD.

“Yang kemarin meninggal karena dehidrasi berat dan diare, penyebab bukan cuma demam berdarah, bisa juga penyebab dehidrasi karena diare. Setelah dilakukan epidemiologi oleh puskesmas setempat, di rumah yang bersangkutan tidak ada jentik nyamuk. Untuk tahun ini memang ada peningkatan, tahun lalu 140-an, tahun sekarang 314 kasus,” kata Juhai Triyanti.

Juhai Triyanti, Kadinkes Banjarbaru
Juhai Triyanti, Kadinkes Banjarbaru (foto : duta tv)

Pihak Dinas Kesehatan Banjarbaru menghimbau kepada warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, warga diharapkan waspada terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti seiring musim penghujan dengan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *