Yayasan di Boyolali Akan Berhenti Terima MBG, Masih Tunggu Keputusan Wali Santri

Boyolali, DUTA TV – Yayasan Istiqomah Al Jamzury di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Boyolali, berencana menghentikan penerimaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pendidikannya.
Ketua Yayasan Istiqomah Al Jamzury, Muhammad Hanafi, mengatakan bahwa keputusan tersebut belum final karena masih menunggu pilihan wali santri atau wali murid.
Yayasan yang menaungi pondok pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Dukuh Geneng, Desa Mliwis, tersebut telah menyampaikan rencana penghentian program kepada para wali.
Hanafi menjelaskan, pengurus yayasan berencana menyetop penerimaan MBG setelah melihat banyaknya kasus dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, termasuk Boyolali.
“Keprihatinannya kami dengan banyaknya kasus keracunan makanan MBG,” kata Hanafi, dilansir, Minggu (13/9/2026).
Namun, penghentian belum berlaku sepenuhnya pada Senin (14/9/2026).
Pengurus yayasan memberikan waktu satu pekan bagi wali santri dan wali murid untuk menyampaikan keputusan apabila masih menginginkan anak mereka mendapatkan makanan MBG.
“Ini kita tunggu sampai satu minggu. Jadi, wali yang tetap menginginkan MBG ngelist.
“Kalau yang enggak nge-list berarti dianggap sepakat dengan keputusan yayasan,” katanya.
Selama masa pendataan, pemberian MBG masih berjalan.
Dengan demikian, santri dan siswa masih menerima makanan program tersebut pada Senin.
Setelah masa pendataan selesai, yayasan akan menentukan langkah berdasarkan pilihan wali santri dan wali murid.
Apabila masih terdapat santri atau siswa yang ingin menerima MBG, yayasan akan membicarakannya dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pemasok makanan.(kom)





