“YA SUDAHLAH”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, “menepati janjinya atau sudah janjinya” itulah kata-kata yang masih segar dalam ingatan saya dari almarhumah nenek saya yang saat wafat pada usia di atas 80 an atau 90 an  tahun, berapa persisnya umur beliau tidak ada yang tahu, karena saat itu hari dan tanggal kelahiran di desa Mandapai Kecamatan Padang Batung Hulu Sungai Selatan kebanyak dikaitkan dengan tanaman, seperti se-usia pohon Kesturi atau pohon jenis besar lainnya. Adapun yang pasti beliau sempat menemui lahirnya cicit, yaitu anak dari cucu beliau dari kaka saya yang tertua, sedangkan anak saya saat itu sudah lahir dan beliau ikut mengasuhnya  adalah buyut beliau.

Sahabat ! nenek atau biasa dalam masyarakat Banjar dipanggil “nini” memang mempunyai tempat tersendiri di hati saya disamping beliau sering nginap ditempat saya walalupun saat itu kami sering berpindah-pindah karena rumah sewaan, bagi saya beliau bukan saja sekedar  seorang nenek tetapi juga sekaligus sebagai guru kehidupan dalam mengarungi liku-liku hidup, tinggal di desa terpencil saat itu, kendaraan hanya bisa dilewati sampai ke Kecamatan Padang Batung dan sisanya berjalan kaki, kegiatan sehari-hari masyarakat petani karet atau istilahnya “menoreh gatah” dengan penghasilan sekedar cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, sampingannya juga ada kebun lombok yang tidak ditanam sendiri, karena tumbuh dari penyebaran lewat burung “karuang”.  Suasana kehidupan yang sangat sederhana namun mempunyai makna yang dalam akan kasih sayang beliau, dan saat kami datang berkunjung keluarlah ucapan beliau “wan tuan tuan cucuku datang” disertai derai air mata beliau sebagai tanda bahagia dan penuh haru.

Sahabat ! nenek saya masih terlihat sehat dan segar di usia 80 an tersebut, walaupun secara fisik memang sudah menua dan badan juga mulai bungkuk, akan tetapi kata-kata bijak yang sepertinya sangat tertanam di diri beliau sejak lama terus otomatis keluar dari mulut beliau saat melihat bebagai peristewa kehidupan saya dan keluarga.  Sahabat tentunya sangat maklum bahwa kehidupan kita ini memang tidaklah linear atau datar, akan tetapi penuh gelombang sehingga akan selalu ada masalah atau problem kehidupan, layaknya lautan yang yang tak pernah sepi dari gelombang, baik besar maupun kecil, dan sangat wajar kalau saat gelombang masalah itu datang terkadang bisa mengombang-ambingkan kehidupan kita. Saat beliau mengetahui ada masalah, kata yang terucap “sudah janjinya cu” maksudnya apa nek, itulah janji kehidupan yang sudah tertoreh dalam perjanjian hidupnya, kata nenek.

Berita Lainnya

Sahabat ! setelah saya renungkan ternyata kata-kata nenek tersebut mempunyai makna yang sangat dalam untuk menjadi isnpirasi kita dalam menjalani kehidupan ini, (a) kalau ada masalah menimpa kehidupan kita, maka cepat-cepatkan mengembalikan masalah tersebut kepada Sang Pencipta Kehidupan kita, karena masalah itu bagian dari “skenario” kehidupan kita yang sudah didesain dari awal untuk kehidupan kita dan pasti ada hikmahnya bagi kehidupan kita yang lebih baik, (b) jangan mencari siapa yang salah atas masalah yang terjadi tetapi fokuslah kepada solusi atau penyelesaian masalahnya, karena kita tidak bisa mengembalikan atau memutar jam untuk mundur merubahnya, sehingga mencari siapa yang salah hanya membuang-buang waktu dan tenaga, (c) Ikhlas menerima segala bentuk apapun dalam kehidupan ini, karena apa yang terjadi pada diri kita adalah sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita, karenanya mengeluh atas suatu masalah hanya membuang-buang waktu dan akan menenggelamkan kita terus dalam masalah tersebut.

Sahabat ! dalam bahasa yang populer istilah nenek saya “sudah janjinya” tersebut dapat dipadankan dengan “ya sudahlah”, kalau sudah terjadi mau apa lagi kita, fikirkan ke depan cari solusi dan jadikan pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik dimasa sekarang dan masa yang akan datang.

Saya tutup dengan kalimat yang  biasa saya pakai untuk menutup sebuh pidato “experience is the best teacher, looking yesterday, thinking today for better tomorrow”, karena sesungguhnya setiap babakan kehidupan itu akan menjadi pengalaman kehidupan kita, dan pengalaman adalah guru yang paling baik untuk masa kini dan hidup yang lebih baik dimasa akan datang.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *