Warga Muara Kintap Kumpulkan Dana Untuk Pengobatan Korban KDRT

Muara Kintap, Duta TV – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menggegerkan warga desa Muara Kintap, kecamatan Kintap, kabupaten Tanah Laut, Sabtu pekan lalu (26/09/2020)

Mengakibatkan seorang ibu rumah tangga bernama Salma (30) terpaksa menjalani perawatan medis di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari lantaran mengalami luka robek di bagian leher setelah diduga terkena sabetan senjata tajam oleh suaminya Mappiati (35).

Namun ironisnya, korban yang berstatus warga kurang mampu tersebut sempat kesulitan untuk menebus biaya pengobatan rumah sakit dikarenakan berdasarkan Kartu Keluarga (KK) korban dan pelaku merupakan warga pendatang asal Maros Provinsi Sulawesi Selatan.

Guna meringankan beban Salma dalam biaya pengobatan, warga desa Muara Kintap berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela hingga Kamis kemarin telah terkumpul Donasi dari warga sebesar Rp. 4.335.000,- ( empat juta tiga ratus tiga puluh lima ribu rupiah ).

“Uang ini dikumpulkan warga untuk membantu meringankan biaya pengobatan untuk Salma,” ujar seorang tetangga korban.

Sementara itu pihak aparatur desa Muara Kintap tempat korban berdomisili, berupaya membantu dengan menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat jaminan pengobatan gratis di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Kasus penganiayaan yang terjadi di desa Muara Kintap pada pekan lalu, diduga dilakukan oleh pelaku Mappiati terhadap istrinya Salma yang mana peristiwa berawal dari cekcok mulut antara pelaku dan korban.

Kemudian suami korban melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Jupiter MX warna merah dengan nomor polisi DA 3735 LV.

Setelah kejadian, warga menemukan korban bersimbah darah akibat luka robek di bagian leher, lantaran terkena sabetan senjata tajam dan langsung dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin untuk menjalani perawatan.

Dari keterangan sejumlah tetangga, jika sebelum kejadian pelaku dan korban sering terdengar ribut cekcok mulut bahkan sebelumnya pelaku juga sempat terlihat mengasah senjata tajam jenis parang

Namun seminggu pasca kejadian, menurut Kapolsek Kintap Iptu Endris Ary Dinindra pengakuan janggal terlontar dari Korban yang mengatakan jika dia bukan dianiaya oleh suaminya tetapi korban Salma mencoba hendak bunuh diri.

Kendati demikian, pihak Kepolisian masih terus mencari informasi keberadaan suami korban. “Sampai saat ini suami korban masih dalam pengejaran,” terang Endris.

Reporter: Suhardadi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *