Warga Dayak Peramasan Pertahankan Tradisi Lewat Aruh Ganal

Martapura, DUTA TVUsai menjamu tamu perwakilan dari 21 Balai Adat, acara Aruh Ganal yang dilaksanakan rumah Balai Parasung, dibuka dengan tradisi tarian Babangsai.

Diiringi dengan suara suling nansarunai dan genang, para wanita penghuni Balai Parasung, tampak menari gemulai dengan hentakan kaki lembut.  Hentaan kaki mereka mengiringi tabuhan gendang, sembari mengelilingi lalaya yang di pasang di tengah bangunan.

Tradisi sakral sekaligus bagian hiburan bagi tamu ini, kemudian dilanjutkan dengan tarian yang banyak ditunggu para undangan, yakni tari batandik.

Seluruh peserta aruh ganal bisa membaur. Untuk laki-laki di bagian tengah dan wanita di bagian luar.

Masyarakat adat Dayak, di Kabupaten Banjar tersebar, di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Pinang, dan Kecamatan peramasan.

Sebagian dari mereka bahkan masih memegang kepercayaan kaharingan, dari para leluhur.

“Acara ini merupakan penghormatan kepada leluhur, tuhan yang yang maha esa,” kata Mardi, pangulu adat balai Parasung.

Sementara itu wakil ketua DPRD Banjar, H Agus Maulana, mengaku bangga dengan masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi, dan akan mencoba mengalokasikan dana daerah, untuk membantu memelihara balai adat.

Diketahui, hingga saat ini di Kabupaten Banjar, masih terdapat kelompok warga yang memilih jalan menjadi petani nomaden atau berpindah tempat.  Selaian sebagai sarana menajaga tradisi leluhur, aruh ganal sendiri menjadi sarana untuk menjaga silaturahmi.

Reporter : Tarida Sitompul

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *