Warga Cahaya Baru Minta Jalan Tani dan Kanal Perairan

Barito Kuala, Duta TVSosialisasi Peraturan Daerah terkait pembangunan perkebunan berkelanjutan yang digelar anggota DPRD Kalsel Haji Jahrian di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, diwarnai sejumlah aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di wilayah pedesaan.

Warga ingin agar pembangunan tidak hanya berfokus pada regulasi perkebunan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan penunjang pertanian di lapangan. Bukan hanya dari Desa Cahaya Baru, aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat Desa Samporna dan Desa Bahandang yang berada dalam satu kecamatan yang sama.

Sementara itu, dalam sosialisasinya, Haji Jahrian menjelaskan pembangunan perkebunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Menurutnya, aspirasi masyarakat masih didominasi persoalan infrastruktur dasar yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Sosper menjelaskan peraturan tentang perkebunan, namun di sini masyarakat semuanya menghendaki adanya infrastruktur, yaitu jalan tani, kedua kanal untuk perairan. Salah satu untuk menunjang infrastruktur tentang perairan itu adalah dibangunnya kanal-kanal tersebut yang bermanfaat untuk perairan persawahan. Oleh karena itu, saya sebagai anggota dewan sudah mengusulkan dalam RDP, termasuk tim pengawasan sungai di pusat, kami menyampaikan adanya pengerukan dari Desa Jejangkit tembus Mandastana bahkan tembus Sungai Barito Kuala,” jelasnya.

Sementara itu, Pembakal Desa Cahaya Baru, Imberan, mengapresiasi kehadiran anggota dewan dan pihak terkait yang telah turun langsung mendengarkan keluhan masyarakat. Ia berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebatas penyampaian materi, tetapi benar-benar berlanjut ke tahap realisasi program. Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur pertanian seperti jalan tani dan sistem perairan menjadi kebutuhan utama masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan persawahan.

“Terima kasih kehadiran Bapak yang telah menyampaikan masalah pembangunan, baik itu pertanian. Jadi kami berharap mudah-mudahan ke depannya lebih baik dengan perjuangan para anggota dewan. Jadi kami masyarakat Jejangkit berharap kelanjutan atas program ini,” ucap Imberan.

Selain dialog dan penyampaian aspirasi, sosper juga diwarnai dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat dari tiga desa yang hadir sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan. Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pusat, sehingga pembangunan perkebunan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pemenuhan infrastruktur dasar yang dibutuhkan warga desa.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *