Usaha Laundry Merugi, Orderan Cucian Menumpuk

DUTA TV BANJARMASIN – Salah satu pengusaha laundry di kawasan Pramuka mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih dari PDAM sejak pagi hari tadi.

Tampak para karyawan di laundry ini hanya bisa mengerjakan pengeringan pakaian dari cucian pelanggan yang diserahkam sehari sebelumnya.

Bahkan orderan dari pelanggan terlihat menggunung, lantaran aktifitas pencucian yang membutuhkan air bersih dari distribusi PDAM tak bisa dilakukan.

Hal ini praktis berdampak pada turunnya omset penghasilan serta para pengusaha terpaksa harus mengulur waktu penyelesaian pencucian, hingga air kembali mengalir normal.

“Dengan PDAM yang mati seperti ini terganggu sih, soalnya baju orang numpuk semua, tetap terima order, Cuma dikasih tau sebelumnya kalau selesainya nanti, di mundurkan,” ucap Isna, karyawan laundry.

Isna, karyawan laundry
Isna, karyawan laundry

Diketahui penghentian distribusi air dari pdam sendiri memakan waktu hingga 15 jam, dan setelahnya layanan akan diharapkan kembali berangsur normal ke pelanggan.

Reporter : Fadli Rizki

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *