Umat Katolik Diajak Jaga Toleransi pada Momentum Natal dan Lima Rajab

Banjarmasin, Duta TV — Umat Katolik di Banjarmasin diajak untuk menjaga kerukunan dan memperkuat sikap toleransi antarumat beragama. Hal itu disampaikan pemimpin misa Paroki Hati Yesus yang Maha Kudus saat Misa Natal, Kamis pagi.

Pasalnya, perayaan Natal tahun ini berdekatan dengan momen 5 Rajab atau Haul Guru Sekumpul.

Pemimpin misa, Romo RD Simon, menekankan pentingnya peran umat Katolik tidak hanya dari Paroki Veteran, tetapi se-Banjarmasin untuk bahu-membahu membantu sesama.

Romo Simon mengingatkan agar umatnya saling tolong-menolong, membantu para peziarah atau masyarakat yang datang dari daerah jauh dan mengalami kesulitan selama perjalanan menuju Haul Guru Sekumpul.

Nilai toleransi ini ia sebut sebagai wujud nyata dari iman yang hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karena hari raya Natal ini berdekatan dengan Rajab dan Haul Guru Sekumpul, baik juga kalau umat Katolik se-Banjarmasin, tak hanya Paroki Veteran, itu sungguh-sungguh menjaga kerukunan, bahu-membahu, tolong-menolong, teristimewa mereka yang berkendaraan jauh-jauh yang datang dan bisa membantu mereka yang kesusahan selama dalam perjalanan untuk hadir dalam haul itu,” ungkapnya.

Ia berharap momentum perayaan besar menjadi sarana memperkuat toleransi dan kasih antarumat

“Semoga toleransi dan kerja sama berjalan bersama untuk menemukan Allah dalam diri setiap orang. Di situlah kita bisa mewujudnyatakan dalam sikap toleransi kita. Semoga perayaan-perayaan besar begini menjadi momentum bagi kita semua untuk saling berbagi, berbagi kasih, berbagi cinta, dan juga berbagi suka cita dan kegembiraan,” tambahnya.

Sedikitnya dua ribu umat memenuhi Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus yang berlokasi di kawasan Veteran untuk melaksanakan Misa Natal. Misa Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir di Dalam Keluarga”.

Tema tersebut menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat utama menumbuhkan iman, khususnya bagi anak-anak, agar semakin mengenal dan beriman kepada Yesus Kristus.

Dalam homilinya, Romo Simon mengajak umat untuk membagikan berkat yang telah diterima kepada sesama sebagai wujud nyata kasih.

Rangkaian ibadah Misa Natal diawali dengan perarakan masuk, dilanjutkan ritus pembuka, liturgi sabda, persembahan, sakramen Ekaristi, dan diakhiri dengan ritus penutup.

Dalam prosesi persembahan, umat membawa bahan persembahan sebagai tanda syukur atas rahmat yang telah diterima.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *