Advertorial Lingkungan

TWKM XXXI, Angkat Penyelamatan Rimba Terakhir Kalimantan #savemeratus

DUTA TV BANJARMASIN – Opening ceremony agenda Akbar Insan Pecinta Alam dari seluruh Indonesia yakni Temu Wicara dan Kenal Medan Alam dilaksanakan di bumi Antasari Kalimantan Selatan, Senin siang (21/10/2019).

Ada 171 Organisasi mahasiswa pecinta alam hadir dan siap menembus rimba pegunungan meratus, serta berdiskusi perihal penyelamatan rimba terakhir Kalimantan, dengan hastag save meratus.

Kegiatan selama sepekan ini akan dirangkai dengan beberapa agenda diantaranya temu wicara soal penyelamatan hutan alam Kalimantan yang bertempat di Kiram Park, susur hutan Gunung Halau-Halau, tebing gunung Batu Laki, susur goa Ali Nateh, serta susur sungai di pulau Curiak Batola.

pembukaan TWKM ke-31

Pecinta alam dari beberapa penjuru Indonesia mengaku terkesan dan berbangga dapat turut serta berkontribusi dalam agenda akbar tahunan, yang diharapkan dapat memberi pengalaman dan sumbangan pemikiran untuk pelestarian alam rimba terakhir Kalimantan.

“Baru pertama kali ikut di Banjarmasin, belum tau gambarannya bagai mana kan baru ikut. Saya harus cari pengalaman yang baru, ucap Marius Unus salah satu peserta dari Mapala Musamus Universitas Merauke.

“Saya baru pertama ikut acara TWKM ini, harapannya dapat pengalaman, teman, pemahaman dan pembelajaran dari organisasi –organisasi seleruh Indonesia,” ucap Tri Nurhamdani salah satu peserta dari palawa Unpad.

Panitia pelaksana TWKM ke-31, M. Arifin mengatakan hastag save meratus sedianya dapat dijadikan isu nasional, guna menggugah kesadaran pihak terkait akan pentingnya alam bagi kehidupan.

“Semoga dengan gerakan ini ada hasil dari mahasiswa pecinta alam tentang surat izin yang diberikan ESDM bisa dicabut, Meratus tetap lestari,” ucap ketua pelaksana TWKM ke-31, Muhammad Arifin.

Selain ratusan peserta mahasisswa pecinta alam se-Indonesia, agenda yang digagas Mapala Meratus UIN Antasari kali ini juga dihadiri Sekretaris Badan Pengembangan SDM, Kementeian Lingkumgan Hidup & Kehutanan Republik Indonesia Sudayatna, rektor UIN Prof Mujiburrahman, serta Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang didaulat menjadi keynote spech dalam upaya pelestarian lingkungan dengan pengurangan sampah plastik di ibu kota provinsi.

 

Reporter : Fadli Rizki


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *