TMMD ke 113 Edukasi Petani Jala Apung di Aranio

Martapura, DUTA TV — Perairan Bendungan Riam Kanan atau bendungan Ir Pm Noor dikembangkan masyarakat sebagai lokasi budidaya ikan jala apung, tidak terkecuali warga Desa Benua Riam, desa Artain dan Apuai yang menjadi sasaran TMMD 113.
Namun, dalam belasan tahun para petani ikan keramba atau jala apung, sering dihadapkan dengan kematian ikan dalam jumlah besar terutama di saat terjadinya musim pancaroba atau peralihan musim.
Membantu menyelesaikan persoalan itu, sekaligus sebagai program pembinaan di bidang ekonomi perikanan. TMMD 113 berkolaborasi bersama balai pembibitan ikan air tawar.
Diungkapkan banyak hal yang menyebabkan ikan yang siap panen, ataupun masa pertumbuhan di jala apung mati dalam jumlah besar, diantaranya pemilihan bibit ikan yang tidak sehat.
Menurut kepala BPIAT Mandi Angin, Evaluwati bibit harus sehat, menabur atau memilah disaat pagi atau sore hari, jumlah bibit dibatasi dan memberikan pakan secukupnya karena sisa pakan akan menjadi racun yang mengurangi kadar oksigen dalam air.
“Kalau kita berbicara budidaya itu kan bisa berhasil atau tidak berhasil, jika kita ingin berhasil dan pasti ada beberapa factor yang harus diperhatikan, satu kualitas benih, kedua penebaran awal juga harus diperhatikan harus pagi hari atau malam dan udara itu hasru sejuk agar ikan tidak stres, ketiga itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kematian utama bukan peralihan musim,” kata Evaluwati, Kepala Bpiat Mandi Angin.

Jika petani ikan jala apung dan kolamm, disiplin mengikuti pola itu dipastikan produksi ikan akan berlangsung kontinu dengan beban biaya produksi untuk bibit dan pakan lebih hemat.
Reporter : Tarida Sitompul





