Tinjau Pembangunan Masjid Terapung, Paman Birin Juga Ziarahi Makam Surgi Mufti

Banjarmasin, Duta TV – Calon Gubernur Kalsel Paman Birin kembali ziarah ke makam ulama, kali ini ia berziarah ke makam Tuan Guru Jamaluddin Al Banjary atau lebih akrab dikenal Makam Surgi Mufti di Kelurahan Surgi Mufti, Sei Jingah Banjarmasin, Senin (28/9) siang. Didampingi beberapa koleganya, Paman Birin datang berpakaian biasa mengenakan kaos abu-abu berkopiah hitam. Ia langsung melaksanakan tata cara ziarah yakni membacakan Al Fatihah dan Suratul Yaasin. Usai membacakan yaasin yang dihadiahkan kepada Al Mukarram Tuan Guru Jamaluddin atau Surgi Mufti, Paman Birin juga berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar hajat-hajatnya dikabulkan.

“ziarah sebagai bentuk penghormatan serta mendoakan seorang ulama besar asal Banjar sekaligus beliau adalah keturunan Datu Kelampayan,” katanya.

Menurut Paman Birin, jasa Surgi Mufti dalam pengembangan dan syiar agama Islam di Kerajaan Banjar pada masa silam  sangat besar dan sudah sepatutnya diketahui dan menjadi pelajaran bagi generasi muda di banua khususnya,” katanya

Usai ziarah, Paman Birin menyempatkan meninjau lokasi pembangunan Masjid Bani Arsyadi yang terletak di pinggir sungai Martapura, dekat makam Surgi Mufti. Paman Birin sempat  berbincang kepada panitia pembangunan mengenai progres pembangunan masjid tersebut.

Di lokasi pembangunan masjid ini, dulu berdiri langgar berlantai dua yang dibangun Syekh Jamaluddin Al Banjary atau Surgi Mufti pada 1867 silam itu.

Prosesi  pemancangan tiang pancang perdana sekaligus penandatangani prasasti pembangunan Masjid Bani Arsyadi yang dibuat terapung di tepian Sungai Martapura dilakukan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, pada pertengahan Maret 2019 silam.

Menurut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pembangunan Masjid Bani Arsyadi di bantaran Sungai Martapura di kawasan Sungai Jingah ini merupakan cita-cita warga yang menginginkan masjid terapung di Banjarmasin. Apalagi, kawasan Sungai Jingah ditetapkan sebagai kampung bersejarah dan masuk cagar budaya Kalsel.

“Di Kalsel sendiri, kita punya pasar terapung, namun belum punya masjid terapung. Jadi masjid terapung ini harus monumental bagi sejarah peradaban Kalsel yang akrab dengan kehidupan sungainya,” tutur Paman Birin.

(Ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *