Tim Observasi ITK Mabes Polri Sambangi Polres Tapin

DUTA TV TAPIN – Polres Tapin menjadi salah satu dari perwakilan Polda Kalsel dalam penelitian kemitraan yang dilakukan Mabes Polri dalam rangka pengumpulan data persepsi serta observasi Indek Tata Kelola (ITK) terhadap pelayanan masyarakat dilingkungan polres Tapin, Jumat pagi (19/07/2019).
ITK sendiri adalah sarana untuk melihat indikator survei terhadap kinerja seluruh jajaran polres Tapin dimana untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.
Dengan melibatkan berbagai unsur publik yang ada di kabupaten Tapin, tim peneliti kemitraan Mabes Polri meminta seluruh perwakilan unsur masyarakat untuk dapat mengisi angket penilaian yang dilakukan secara langsung dan transparan, sehingga hasil yang diperoleh nantinya dapat menggambarkan kinerja kepolisian diwilayah tersebut.
“Jadi tujuan kami dating ke Polres Tapin ini secara khusus adalah untuk menilai kinerja Polres Tapin dari survey yang dilakukan dari eksternal maupun internal, harapan sendiri tentunya saya berharap Polres Tapin ini sudah memiliki peningkatan pelayanan, sebagaimana tadi sudah disampaikan oleh Kapolres, bagaimana Polres Tapin ini melakukan inovasi-inovasi baik itu berbasis IT maupun non IT,†ujar Kombes Pol Meilina D ketua tim penelitian kemitraan Mabes Polri.

“Polres Tapin dalam hal ini berupaya maksimal, terutama satu tuga saya kini dalam melayani masyarakat jadi kita maksimalkan dengan melihat potensi yang ada, maupun situasi yang ada, ya kami mencoba maksimal walaupun ada kekurangan, kami akan perbaiki kedepan berkaitan dengan Indeks Tata Kelola ini baru kali pertama, bahwa Polda Kalsel mengajukan dua Polres untuk penilaian, ini salah satunya Polres Tapin sendiri,†kata AKBP Bagus Suseno kapolres Tapin.

Meski kabupaten Tapin termasuk kawasan rawan konflik namun hingga saat ini polres Tapin telah mampu mencapai target yang telah ditentukan oleh tim penilai, yakni sebesar 85{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} keberhasilan dalam penanganan konflik itu sendiri.
Reporter : Muhammad Irfansyah





