Terkini Banjir Nepal : 1.225 Orang Tewas, 4.757 Masih Hilang, Akses Sangat Sulit

Jakarta, DUTA TV – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (3/9/2026) memperingatkan bahwa upaya menjangkau para penyintas banjir bandang Nepal menghadapi tantangan besar.

Sebanyak 1.225 orang tewas dan 4.757 lainnya masih hilang di wilayah Nepal dan China sejak runtuhan gletser di pegunungan memicu bencana pada 26 Agustus.

Jumlah tersebut berdasarkan data korban yang dirilis kedua negara pada Kamis.

“Ini benar-benar luar biasa, baik besarnya bencana maupun tingkat kerusakannya,” kata Koordinator Residen PBB Lila Pieters Yahia kepada wartawan di Kathmandu, seperti dilaporkan CNA.

Sebelumnya, banjir (26/8/26) menerjang kawasan pegunungan dan menghancurkan jalan, jembatan, serta bendungan pembangkit listrik tenaga air.

Permukiman di sekitar pusat bencana masih terputus dari dunia luar.

PBB bersama pemerintah Nepal berupaya mengirimkan bantuan darurat ke daerah-daerah yang terdampak paling parah.

“Aksesnya sangat, sangat, sangat sulit,” kata Pieters Yahia.

Menurut dia, badan-badan PBB telah menyalurkan air, perlengkapan sanitasi, makanan, dan obat-obatan.

“Itulah kebutuhan yang paling mendesak, terutama bagi masyarakat yang berada di pusat bencana.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal Lok Bahadur Poudel Chhetri menuturkan negaranya membutuhkan bantuan khusus dari luar negeri, termasuk drone berdaya angkut besar dan jembatan sementara.

Nepal juga membutuhkan kantong jenazah serta perangkat tes DNA untuk membantu mengidentifikasi korban tewas.

Selain itu, Nepal membutuhkan sistem kontrol lalu lintas udara bergerak dan seismometer pita lebar untuk memantau getaran tanah.

Lebih dari 21.000 personel keamanan Nepal dikerahkan dalam operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan.

Tim penyelamat Nepal, dibantu para ahli dari India, China, dan Korea Selatan, terus mencari korban yang dikhawatirkan terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Namun, pencarian berulang kali menemui jalan buntu dan sejauh ini belum ada korban yang dipastikan ditemukan dalam keadaan hidup.

Kementerian Energi Nepal mengatakan sebuah komite akan dibentuk untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat sekaligus memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga para pekerja pembangkit listrik tenaga air yang masih hilang.(lip6)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *