Tempe, Hadiah Indonesia Untuk Dunia

Jakarta, DUTA TV — Di kaki bukit di luar Kota Kyoto, Jepang, pada suatu sore, seorang pria menutup pintu rolling besi satu bangunan besar dan bergegas memperkenalkan diri dengan senyum lebarnya.
“Saya Rustono, pengusaha tempe di Jepang, saya lahir di Grobogan, Jawa Tengah. Saya punya dua pabrik salah satunya di belakang saya.”
Rustono memperlihatkan suasana di seputar pabriknya yang terletak di tengah pegunungan, banyak pohon pinus dengan sungai kecil tak jauh dari situ.
“Inilah mimpi kami… Banyak hadiah dari alam. Kayu bisa untuk bakar boiler, air pegunungan untuk proses pembuatan tempe,” katanya sambil menunjuk ke kejauhan sekitar satu kilometer, tempat pabrik tempenya yang pertama.

“Kami produksi 10.000 bungkus [setiap lima hari] dan dikirim ke lebih 1.000 titik di Jepang, meliputi restoran, katering, sekolah untuk makan siang, hotel, toko-toko Asia, orang Indonesia di Jepang, maskapai penerbangan dan masih banyak lagi,” katanya lagi.
Sementara di Kota Meksiko, yang berjarak hampir 12.000 kilometer dari Jepang, seorang perempuan muda bercerita alasannya memutuskan untuk mengolah dan memproduksi tempe.
Dengan penuh semangat, ia mengantar tempe dengan sepedanya ke para pelanggannya di tengah kebisingan dan kemacetan kota terbesar dan terpadat di Amerika Utara itu.
Di kemasan tempe yang diproduksinya ada tulisan berbahasa Spanyol, “Hadiah Indonesia untuk dunia.”
“Saya Luisa Vélez, saya membuat tempe… Saya jatuh cinta dengan tempe ketika pertama kali mencoba di Yogyakarta,” katanya bangga. Luisa ke Indonesia saat itu dalam program Darmasiswa, beasiswa dari Kementerian Luar Negeri.
Pelanggan mulai bermunculan setelah bertahun-tahun memproduksi tempe, kata Luisa. Luisa yang merupakan sarjana nutrisi adalah salah seorang murid dan mitra bisnis Rustono. Banyak dari mereka yang datang langsung ke Jepang untuk belajar langsung.
Bagi Rustono, si “Raja Tempe” di Jepang, ia masih terus mengejar mimpi-mimpinya yang lain. Dia bertekad untuk terus memberi pelatihan bagi mereka yang tertarik membuat tempe di negara masing-masing.(bbc)





