Tak Ada SLB di Satui, 300-an ABK Tak Dapat Pendidikan yang Sesuai

TANAH BUMBU, DUTA TV – 300-an anak berkebutuhan khusus di Satui, Tanah Bumbu, tak bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai menyusul tidak ada Sekolah Luar Biasa atau SLB di wilayah itu.
Ke-300 ABK itu terpaksa menyebar di beberapa sekolah umum. Kondisi itu didapati H.M. Alpiya Rakhman, Wakil Ketua DPRD Kalsel, saat mensosialisasikan Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan kepada warga Satui.
Legislator asal Gerindra ini pun memastikan langsung menindaklanjutinya ke Dinas Pendidikan Kalsel. Pasalnya, di tahun ini Disdik Kalsel sudah melakukan survei lokasi untuk pembangunan SLB. Hanya saja, belum ada informasi lanjutan yang ia dapat kapan pembangunan SLB terealisasi.
Kepada masyarakat, Alpiya berjanji mengawal permasalahan ini agar ke depan para siswa ataupun siswi ABK bisa menerima pembelajaran dengan optimal.
“Menurut data yang saya dapatkan dari pihak kecamatan, cukup banyak yang memang harus bisa diakomodir di sekolah SLB. Karena kemarin kasihan anak-anak yang berkebutuhan khusus ini sekolah di umum, akan tetapi guru tidak maksimal membantu perkembangan mereka. Jadi mereka minta diperhatikan. ABK sebenarnya di tahun 2025 tadi pihak Disdik sudah survei lokasi dan camat setempat tinggal tindak lanjut sejauh mana kira-kira progres untuk pembangunan SLB yang ada di Kecamatan Satui,” tuturnya.
Dalam sosialisasi ini, Alpiya mengklasifikasikan apa saja yang menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah provinsi dalam hal penyelenggaraan pendidikan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang belum paham terkait kewenangan antara Disdik kabupaten/kota dan provinsi, sehingga keluhan yang disampaikan justru tidak tepat sasaran.
Reporter: Tim Liputan





