Sulit Dapat Bantuan Pusat, Perbaikan Longsor Jadi Beban Daerah

Banjarmasin, DUTA TVPerbaikan jalan longsor di Ruas Jalan Nasional kawasan A Yani KM 171 Desa Satui Barat, Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu menjadi beban daerah.

Hal itu terungkap saat rapat yang digelar Komisi III dengan Balai Jalan Nasional, Dinas PUPR Kalsel beserta Dinas ESDM.

Pasalnya Balai Jalan Nasional yang tengah melakukan Kajian Geolistrik atau Kajian Kekuatan Tanah di sekitar wilayah longsor, mendapat hasil bahwa longsor yang terjadi bukan karena bencana alam, melainkan karena aktifitas pertambangan. Sehingga kecil kemungkinan bakal mendapatkan bantuan dana dari pusat.

Sekretaris Komisi III memastikan, pihaknya bakal mempertajam pembahasan dengan memanggil pihak-pihak terkait seperti kontraktor, untuk dimintai pertanggung jawaban.

Sementara wakil ketua DPRD Kalsel menyebut, perbaikan maupun pembangunan jalan tetap menunggu hasil kajian secara menyeluruh, karena khawatir jika diperbaiki, kejadian serupa akan kembali terulang.

“Mempertajam soal ini kami akan panggil pihak terkait kontraktor, karena ini jadi tanggung jawab daerah karena ini bukan bencana alam, kalau longsor bencana alam pusat bisa menggelontorkan dana, sedangkan ini karena tambang, sehingga ini kami akan panggil pihak tambang untuk berkontribusi membangun jalan,” ucap Gusti Abidinsyah, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel

“Balai Jalan melakukan Kajian Geolistrik Kekuatan Tanah di sekitar lokasi apakah bisa dibangun seperti semula atau bagaimana, kita tinggal menunggu kajian, nanti ada beberapa titik dilakukan pengeboran karena Balai Jalan tak ingin saat diperbaiki akan terulang lagi akhirnya buang – buang anggaran,” Sambung Muhammad Syaripuddin, Wakil Ketua DPRD Kalsel.

“Kami akan melihat kondisi longsor sudah perbaikan sifatnya, sederhana sambil mengkaji tanah disitu kira kira desain seperti apa yang akan kita buat nantinya,” ujar Syauqi Kamal, Kepala BPJN Kalsel.

Saat ini diketahui satu sisi lereng jalan sekitar longsoran, perlahan mulai diperbaiki oleh pihak perusahaan yang melakukan aktifitas pertambangan. Namun perbaikan yang dilakukan sifatnya hanya sementara, tidak menyeluruh, sehingga dinilai masih rawan untuk dilewati masyarakat.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *