Setelah KFC Gulung 19 Gerai, Pizza Hut Tutup 64 Resto

Jakarta, DUTA TV – Setelah kabar KFC menutup 19 gerai dan memberhentikan 400 karyawan per September 2025, kini giliran Pizza Hut.
Pizza Hut yang dulu dikenal sebagai tempat makan keluarga legendaris dengan prasmanan dan salad bar sepuasnya, kini menghadapi masa sulit.
Di Inggris, jaringan restoran asal Amerika Serikat itu terpaksa menutup lebih dari separuh cabangnya, dari 132 menjadi hanya 64 restoran, akibat penurunan minat pelanggan dan tekanan biaya operasional.
Pada April lalu, upah minimum di Inggris naik hampir 7% menjadi 12,21 poundsterling per jam (sekitar Rp247.000), disertai kenaikan iuran asuransi perusahaan.
Model makan sepuasnya yang dahulu menjadi daya tarik kini dinilai terlalu mahal. Sementara kualitas makanan dianggap menurun.
Menurut pakar kuliner Giulia Crouch, Domino’s berhasil mendominasi pasar pizza pesan antar dengan strategi promosi agresif.
Mereka terus membuat pelanggan merasa mendapat diskon, meski harga dasarnya sebenarnya tinggi.
Tren masyarakat yang kini lebih sering makan di rumah juga memperburuk nasib restoran kasual.
Data terbaru menunjukkan kunjungan ke restoran cepat saji di Inggris turun 6% dibanding musim panas tahun lalu.
Selain itu, meningkatnya popularitas pizza oven rumahan dan diet tinggi protein turut menggeser minat publik dari pizza tinggi karbohidrat.Masyarakat menjadi punya banyak alternatif.
“Supermarket kini menjual pizza siap oven berkualitas tinggi, bahkan oven-nya sekalian,” ujar Kepala Divisi Rekreasi dan Perhotelan Will Hawkley.
“Orang lebih memilih makan sehat dan premium, sesuatu yang kini tidak ditawarkan Pizza Hut,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Pizza Hut melalui Direktur Pelaksana Pasar Internasional Nicolas Burquier mengatakan restrukturisasi dilakukan untuk menjaga operasional dan melindungi pekerjaan sebanyak mungkin.(cnbci)




