Selain Dikulkasin, Begini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Masih Banyak

Jakarta, DUTA TV – Habis Idul Adha, kulkas biasanya langsung penuh sesak oleh stok daging kurban.
Ada yang sampai bingung karena freezer sudah tidak muat, sementara daging masih menumpuk di dapur.
Kalau salah penyimpanan, daging bisa lebih cepat rusak dan jadi tempat berkembangnya bakteri.
Padahal, ada beberapa cara pengawetan sederhana yang bisa dilakukan di rumah supaya daging lebih awet dan tetap aman dikonsumsi, selain dimasukkan ke kulkas.
1. Pengeringan
Pengeringan merupakan metode pengawetan tradisional yang sudah lama digunakan di berbagai daerah di Indonesia. Prinsipnya adalah mengurangi kadar air dalam daging agar bakteri dan jamur lebih sulit berkembang.
Di rumah, metode ini bisa dilakukan dengan menjemur daging berbumbu di bawah sinar matahari atau menggunakan oven dengan suhu rendah dalam waktu cukup lama.
Hasilnya mirip seperti dendeng yang lebih awet dibanding daging segar biasa.
Meski begitu, proses pengeringan tetap perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan wadah penyimpanan agar daging tidak terkontaminasi debu maupun serangga selama proses berlangsung.
2. Pengasapan
Selain pengeringan, pengasapan juga menjadi metode pengawetan yang cukup populer, terutama pada daging sapi dan ikan.
Asap dari pembakaran kayu membantu mengurangi kadar air sekaligus menghasilkan senyawa alami yang dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.
Pengasapan juga memberikan aroma khas yang membuat rasa daging lebih kuat dan tahan lama.
Di beberapa daerah, metode ini masih sering digunakan untuk menyimpan stok daging dalam jumlah besar.
Meski lebih awet, daging asap tetap perlu disimpan dengan baik agar kualitasnya terjaga.
Hindari menyimpan daging asap di tempat lembap karena bisa memicu pertumbuhan jamur.(dtk)




