SDN Kandangan Kota 1 Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Kandangan, DUTA TV — Sekolah dasar negeri atau SDN Kandangan Kota 1 Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kini mulai menerapkan proses belajar mengajar tatap muka bagi murid kelas VI.

Pembelajaran tatap muka ini dilakukan setelah mengantongi ijin dari Dinas Pendidikan setempat, dengan syarat penerapan protokol kesehatan serta mendapatkan persetujuan dari orang tua murid masing – masing.

Dalam proses belajar tatap muka ini, pihak sekolah membagi muridnya menjadi tiga kelompok setiap kelompok hanya melakukan aktivitas belajar selama 1 jam dengan mata pelajaran yang sudah ditentukan sebelumnya, khususnya pelajaran yang sulit dilakukan secara daring.

“Yang kita terapkan di SD kami ini yaitu untuk membagi kelas menjadi 3 kelompok dan itu khusus kelas VI yang pertama dulu kita menerapkan protokol kesehatan semuanya, dan kemudian jaga jarak dari jam 08:00 sampai jam 09:00 1 kelompok itu ada 9 orang, jam 09:00 sampai jam 10:00 1 kelompok itu 9 orang kemudian jam 10:00 sampai jam 11:00,” kata Admi Jainah Wali Kelas VIa SDN Kandangan Kota 1.

Admi Jainah Wali Kelas VIa SDN Kandangan Kota 1

Admi Jainah Wali Kelas VIa SDN Kandangan Kota 1

Sementara itu dilakukannya pembelajaran tatap muka ini sendiri disambut baik oleh orang tua murid, dimana mereka menilai belajar tatap muka sangat diperlukan oleh seluruh murid terlebih untuk menghadapi ujian akhir nasional.

“Selama protokol kesehatannya dilaksanakan dengan benar kami pasti mendukung masalahnya kan ini urgent kelas VI sebentar lagi ujian, kesian juga anak-anak kalau kada dilajari dan mudah-mudahan pelajarannya lebih bisa dimengerti anak-anak karenakan kami juga terbatas bekerja sampai sore jadi sulit kalau untuk mengontrol anak-anak sepenuh kalau dirumah saja,” ujar Yulia Orang Tua Murid.

Yulia Orang Tua Murid

Yulia Orang Tua Murid

Tidak hanya tingkat Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga memperbolehkan proses belajar tatap muka untuk jenjang sekolah menengah pertama atau SMP, namun yang diperbolehkan hanya beberapa pelajaran yang sulit seperti matematika, bahasa inggris dan pelajaran ilmu pengetahuan alam.

Reporter : Muhammad Irfansyah

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *