Rusdi Hartono Sayangkan Kapal Nelayan Jateng Masuk ke Perairan Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Kapal cantrang asal Rembang, Jawa Tengah yang mencari ikan di perairan Swarangan, Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dibakar para nelayan setempat, Senin (11/4/2022) sore.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menyayangkan atas insiden tersebut.

“Sangat disayangkan kejadian itu, ini sudah yang kedua kali, kami akan berkordinasi lagi, dengan pihak terkait, jajaran aparat keamanan di Kalsel maupun Pemda Jateng. Agar tak terulang,” katanya kepada awak media, di Banjarmasin (13/4/2022).

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 202 sudah jelas melarang penggunaan alat tangkap cantrang. Sebab, berpotensi merusak lingkungan.

“Kasihan nelayan kita, cantrang itu bisa merusak ekosistem bawah laut. Ia berharap tidak ada lagi nelayan luar yang menangkap ikan di wilayah perairan Kalimantan Selatan. Terlebih menggunakan alat cantrang” ucapnya.

Diketahui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalsel sebelumnya telah menggelar pertemuan di Jawa Tengah, Februari lalu.

Saat itu kedua provinsi tersebut, menyamakan persepsi agar tak ada lagi nelayan luar yang masuk ke wilayah perairan masing-masing, baik Kalsel maupun Jateng.

Sekedar diketahui Kapal KM Wahyu Mina Barokah IV, dibakar nelayan Kabupaten Tanah Laut, lantaran adanya dugaan aksi tangkap ikan ilegal yang dinilai merugikan para nelayan lokal.

Sebanyak 17 anak buah kapal (ABK) sebelumnya dipaksa turun. Kemudian mereka di evakuasi Satpolair Polres Tanah Laut.

Tim Liputan

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *