RS Sultan Suriansyah Efisiensi Pengeluaran Air Bersih Lewat Mesin Filter

Banjarmasin, DUTA TV — Rumah Sakit Daerah milik Pemko Banjarmasin, RS Sultan Suriansyah mulai menggunakan mesin filter air sejak awal bulan Desember lalu.
Dengan keberadaan alat ini, mereka tidak perlu lagi membeli air galon untuk keperluan di rumah sakit.
Bahkan dengan adanya alat ini, tingkat pH air bisa diatur sehingga menjadi minuman sehat. Sedangkan sebelumnya, untuk air konsumsi di RS Sultan Suriansyah menggunakan air galon dan menghabiskan biaya sekitar Rp 8 juta per bulan.
Dengan adanya mesin filter, mereka bisa menghemat pengeluaran. Selain dikonsumsi karyawan dan perawat serta dokter di rumah sakit, air itu juga untuk konsumsi pasien.
Untuk prosesnya, menurut Direktur RSUD Sultan Suriansyah M. Syaukani, air PDAM akan difilter ke beberapa tabung dan hasilnya langsung bisa dikonsumsi. Adanya alat ini diharapkan juga bisa meningkatkan pelayanan pihak rumah sakit plat merah tersebut.
“Saat ini RS Sultan Suriansyah memiliki alat reverse osmosis yang bisa memfiterisasi air, yang bisa langsung dikonsumsi oleh perawat dan pasien. Kebutuhan air bersih pakai PDAM. Kalau konsumsi air gallon. Dengan pemasangan alat ini, rumah sakit bisa mengkonsumsi langsung. Meningkatkan pelayanan rumah sakit, kebutuhan rumah sakit pada air layak konsumsi bisa terpenuhi dengan baik. Bermanfaat untuk efisiensi,”tuturnya.
Sementara menurut Direktur Utama CV Filter Media Utama, Abu Lais, kerjasama dengan pihak rumah Sakit Sultan Suriansyah ini bisa memberikan manfaat kepada orang banyak, seperti pada pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.
“Karena air yang dihasilkan di RO (reverse osmosis) air kesehatan perlu dimanfaatkan pasien di rumah sakit. Khususnya karyawan di rumah sakit memanfaatkan kecanggihan teknologi. Dari air RO ini bahan baku dari air sumur bisa memfiterisasi jadi air mineral,”terangnya.
Sebelumnya, air yang dihasilkan dari reverse osmosis ini juga sudah diteliti di laboratorium kesehatan milik Dinkes Provinsi Kalsel dan hasilnya layak konsumsi.
Reporter : Zein Pahlevi





